Berita Banjarmasin

Kadinkes Kalsel Akui Belum Ada Sertifikasi Halal untuk Vaksin MR, Ini Penjelasannya

Dinkes Kalsel berpegang pada rekomendasi WHO yang merekomendasikan vaksin MR yang digunakan adalah vaksin yang dibuat oleh India.

Kadinkes Kalsel Akui Belum Ada Sertifikasi Halal untuk Vaksin MR, Ini Penjelasannya
banjarmasinpost.co.id/hanani
Salah satu siswa SDN Barabai Timur I menangis saat diberikan vaksin MR oleh petugas kesehatan HST, Rabu (1/8/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Belum adanya sertifikasi halal oleh MUI pada vaksin MR dibenarkan Kadinkes Kalsel, H Muslim.

Memang, kata dia, dari negara pembuat vaksin yaitu India tidak ada sertifikasi halal oleh lembaga sertifikasi muslim.

Oleh karena itu vaksin diedarkan ke ratusan negara dalam keadaan tak bersertifikat halal.

Baca: Muncul Surat Penundaan Pemberian Vaksin MR dari Dinkes, Ini Komentar MUI

"Tidak ada sertifikat halal karena tidak ada yang mengklaim ke India, tapi selain Indonesia, lebih dulu 148 negara telah memakai vaksin ini termasuk negara islam diantaranya Mesir, Yaman, Arab Saudi dan Emirat Arab," jelasnya, Kamis (02/08/2018) saat ditemui di BPSDMD Kalsel di Banjarbaru.

Prosedurnya jelas Muslim untuk ada sertifikat halal harus diklaim ke produsennya yaitu pabrik yang ada di India.

Namun Dinkes sebutnya berpegang pada rekomendasi WHO yang merekomendasikan vaksin MR yang digunakan adalah vaksin yang dibuat oleh India bukan dari negara lain.

Jika dilihat dari unsur pembuatan vaksin MR terangnya juga tak ada unsur hewani.

Baca: Perampok di Angsau Mempan Terkena Sabetan Senjata, Memey Pura-pura Pingsan

"Kalau tidak ada unsur hewani apa yang perlu dikhawatirkan, dimana unsur babinya," tambahnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Selain itu vaksi MR jelasnua juga sudah mendapatkan ijin edar oleh BPOM sehingga masyarakat tak perlu resah dengan belum adanya sertifikat halal dari MUI.

Terkait masih adanya sekolah yang menolak untuk menyelenggarakan imunisasi MR terang Muslim akan merugikan anak. Pasalnya anak berhak untuk mendapatkan vaksin yang sudab disiapkan oleh pemerintah.

Baca: Ada Mafia Manfaatkan Ketidaktahuan Masyarakat Adat untuk Jual Satwa Dilindungi, Ini Modusnya

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help