Berita Hulu Sungai Tengah

Kuota CPNS HST Terbatas, Warga HST Diimbau Harus Berani ke Luar Daerah

Pemkab HST hanya bisa mengusulkan 232 orang berdasarkan kemampuan keuangan daerah, atau kemampuan penggajian berdasarkan APBD 2018.

Kuota CPNS HST Terbatas, Warga HST Diimbau Harus Berani ke Luar Daerah
istimewa
ASN Pemkab Hulu Sungai Tengah saat apel pagi rutin harian di halaman kantor Pemkab HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM Hulu Sungai Tengah Akhmad Fatoni mengimbau agar warga HST yang ingin menjadi Aparat Sipil Negara (ASN) tak hanya terpaku mendaftar di daerah sendiri.

Masalahnya, untuk tahun 2018 ini, HST hanya bisa mengusulkan 232 orang berdasarkan kemampuan keuangan daerah, atau kemampuan pengkajian berdasarkan APBD HST 2018.

Baca: Live JTV! Live Streaming Persinga Ngawi vs Persis Solo Piala Indonesia via Streaming JTV

“Karena terbatas, jangan terpaku hanya mengikuti CPNS di daerah sendiri. Coba berwawasan Nasional, mengabdi di daerah lain, tak hanya di HST, atau di Kalsel. Tapi juga di belahan lain pulau-pulau di Indonesia. Di mana ada peluang, manfaatkan. Apalagi nanti pendaftarannya  sistem online, jadi bisa ke mana saja,” kata Fatoni saat menghadiri rapat penyampaian aspirasi para guru honor dalam rangka menuntut pemberian SK honorer di DPRD HST, Rabu kemarin.

Menurut Fatoni, setelah berhasil mendaftar ke luar daerah, tinggal berkorban dana menyiapkan akomodasi keberangkatan. “Karena perjuangan itu perlu pengorbanan, yang penting usaha dulu, hasilnya serahkan pada takdir Allah,”katanya.

Disebutkan, formasi yang diajukan BKD pada CPNS 2018 meliputi tiga bidang. Tenaga pendidikan 93 orang, Tenag Kesehatan 81 orang dan tenaga infrastuktur 58 orang.  Komposisi formasi yang diajukan tersebut lebih banyak ke tenaga pendidikan ketimbang formasi lainnya.

Baca: Diduga Terinjak Taring Ular Kobra, Kades Hiyung Masuk Rumah Sakit.

Hal tersebut, jelas dia  berdasarkan analisa beban kerja serta usulan dari SOPD terkait, sehingga menghasilkan komposisi tersebut.

Diakui, formasi yang diajukan tersebut masih jauh dari kebutuhan pegawai pengganti mereka yang pensiun, baik pensiun karena batas usia, meningal dunia maupun sebab lainnya.

“Untuk guru saja, khusus yang pensiun karena batas usia pensiun (BUP) sejak November 2016 sampai Nopember 2017 mencapai 136 orang. Sementara tidak ada penambahan pegawai di Pemkab HST sejak 2012,” katanya.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, baik untuk tenaga pendidik maupun tenaga kesehatan sejak 2017 lalu dilakukan perekrutan pegawai kontrak daerah untuk tenaga perawat dan bidan.

Baca: Ini Sebutan Keluarga Bobby Nasution Untuk Putri Cantik Kahiyang Ayu, Cucu Jokowi

Sedangkan pada 2018 Pemkab HST menambah tenaga guru melalui seleksi guru kontrak. Tenaga kontrak kesehatan dan guru tersebutm  penggajiannya dibiayai APBD HST.

Mengenai imbauan memanfaatkan peluang di luar daerah, atau di luar Kalsel, salah satu warga Barabai Hikmah mengatakan sependapat saja karena mengabdi  untuk negara bisa dilakukan di mana pun di wilayah RI.

“Tapi kendalanya pergi keluar daerah, apalagi keluar pulau itu perlu dana besar. Kita sendiri belum bekerja. Kalau ngutang, takutnya tidak lulus dan tak bisa bayar,” katanya.

Meski demikian, dia mempertimbangkan untuk mengikuti tes di kabupaten lain di Kalsel. (banjarmasinpost.co.id/hanani)  

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help