Imunisasi MR di Kalsel

NEWS ANALYSIS Direktur AAK Borneo Lestari Banjarbaru : Tak Bisa Diobati Antibiotik

Kenapa harus dilakukan imunisasi pada bayi hingga anak-anak usia 15 tahun? Ya, karena sistem imunitas mereka masih lemah.

NEWS ANALYSIS Direktur AAK Borneo Lestari Banjarbaru : Tak Bisa Diobati Antibiotik

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penyakit campak dan rubella itu disebabkan oleh virus. Untuk pencegahannya, hanya bisa dilakukan dengan menyuntikkan virus yang dilumpuhkan ke dalam tubuh supaya tubuh sudah memiliki antibodi atau yang dikenal dengan istilah imunitas/kekebalan tubuh.

Kenapa harus dilakukan imunisasi pada bayi hingga anak-anak usia 15 tahun? Ya, karena sistem imunitas mereka masih lemah. Sementara wabah kedua virus masih sering ditemukan di masyarakat.

Soal anak setelah vaksin menjadi sakit dan ada anak yang tidak boleh diberi vaksin, itulah masalah utamanya. Ini karena masih kurangnya edukasi secara tatap muka terhadap orang tua.

Baca: Sekolah di Kota Banjarmasin Belum Semua Berikan Data Siswa untuk Diimunisasi MR karena Ini

Biasanya memang tidak dijelaskan secara detil mulai dari apa itu campak dan rubella, akibatnya apa kalau terkena, pengobatannya bagaimana dan pencegahannya seperti apa.

Yang dianggap sakit setelah vaksin sebenarnya bukan sakit, tapi respon tubuh karena adanya zat asing yang masuk dalam tubuh, dan tubuh sedang bereaksi untuk membentuk kekebalan. Kalau demam, cukup diberi obat penurun demam, dengan terus dipantau. Biasanya akan sehat kembali.

Sama halnya dengan banyak berkembang di masyarakat, kalau sakit karena infeksi virus cukup dberikan antibiotik. Padahal, itu salah. Karena, antibiotik hanya ampuh untuk infeksi oleh bakteri. Sedangkan campak dan rubella bukan bakteri, melainkan virus, jadi tidak mempan walaupun diobati dengan antibiotik.

Baca: Banyak Ortu di Kalsel Menolak, Imunisasi MR Ratusan Murid SD Pemurus Dalam Berjalan Lancar

Terkait kehalalan, itu adalah kewenangan BPOM dan Kemenkes RI serta MUI karena mereka yang lebih tahu prosedural dalam pembuatan vaksin. Tapi kalau kegiatan vaksinasi untuk kesehatan masyarakat agar tidak terjadi atau meminimalisir wabah, ya harus diikuti. Kami dari Akademi Analis Kesehatan Borneo Lestari siap membantu pihak terkait untuk melakukan edukasi bagi warga yang masih ragu soal vaksinasi. (rii)

Berita ini telah ditayangkan di Harian Banjamasin Post Edisi Kamis (2/8/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help