Komunitas Gowes

Sepeda Onthel H Zalfi Seharga Rp 30 Juta, Sering Dimandikan dan Ada Tulisan Bergerak

Ketiga sepeda kuno ini tergolong istimewa dan selalu mendapat perawatan penuh setiap hari. Sepeda itu dilengkapi wadah air minum material besi

Sepeda Onthel H Zalfi Seharga Rp 30 Juta, Sering Dimandikan dan Ada Tulisan Bergerak
khairil rahim
HM Zalfi HB dan sepeda antiknya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puluhan sepeda onthel kuno berjejer di halaman rumah d ikawasan Jalan Kuin Selatan Nomor 15 RT 4 Banjarmasin. Tiga lainnya berjejer ditempat terpisah untuk dimandikan.

Ketiga sepeda kuno ini tergolong istimewa dan selalu mendapat perawatan penuh setiap hari. Sepeda itu dilengkapi wadah air minum material besi. Sementara ras kecil dari kulit berstiker tulisan "Bergerak" terselip belakang sepeda.

Tiga dari 21 sepeda langka bermerek Gazelle P itu merupakan sepeda kesayangan koleksi HM Zalfi HB.

Baca: Tamu Mulai Berdatangan Pada Gelaran Puncak HUT ke-47 Banjarmasin Post

Wajar H Zalfi sangat merawat ketiga sepeda itu sebab harga belinya Rp 30 juta perunitnya.

"Saya belinya di Belanda waktu itu harganya Rp 30 juta lalu saya beli 2 dan saya boyong ke Banjarmasin," kata kakek tiga anak dan delapan cucu ini.

Sementara satu sepeda onthel merek Gazelle P yang lainnya, H Zalfi lupa dimana belinya yang jelas harganya juga sama dengan harga sepeda yang dia beli di Belanda itu.

Baca: Sule Marah Pada Shandy Aulia Usai Singgung Masalah Rumah Tangga Ini Hari Sial Saya

H Zalfi membelinya dari salah seorang teman seharga Rp 30 juta juga. Menurut dia, sepeda merek Gazelle merupakan paling kuno di antara semua koleksinya yang lain.

Lalu apa kelebihan sepeda Gazelle P miliknya, H Zalfi menerangkan selain sudah tua karena keluaran 1937, sepeda itu juga keaslian semua peralatannya.

Nyaris seluruh bagiannya masih asli. Hanya ban dan beberapa yang sudah diganti. Semakin tua dan originalnya sepeda bisa dihargai hingga puluhan juta tergantung peminat yang menginginkan.

Baca: Anaknya Diterima di Akademi Polisi, Penjahit Ini Bingung Ucapkan Terimakasih ke Mana

Jika dilihat, koleksi onthel H Zalfi merek Gazalle P memang punya aksesori paling lengkap. Ada lampu antik di bagian depan. Kanan dan kiri roda belakang diapit tas kulit.

Ditambah kata H Zalfi, onthel merek Gazalle ini merupakan sepeda khas para petinggi kerajaan kesultanan di kerajaan Jawa sana.

"Makanya harganya saat ini sangat mahal dan langka," sambung dia.

Selain merek Gazelle, H Zalfi pun memiliki koleksi sepeda onthel merek lainnya seperti Simplex, Humbers, Phoenix, Raleigh dan Hercules serta lainnya.

"Tapi ya itu tadi yang sering dipakai Gazelle ini," jelas dia.

Bahkan kata dia dua sepeda merek Gazelle lainnya sering dipakai Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan Walikota Ibnu Sina.

"Setiap ada acara sepeda ini selalu dipinjam, makanya ada tulisan Bergerak," kata H Zalfi.

Karena H Zalfi suka mengoleksi sepeda onthel yang langka saja makanya dia tidak mau memperjual belikannya.

"Padahal banyak sudah yang menawar namun saya tidak mau menjualnya dengan harga berapapun," kata dia.

Kesukaan H Zalfi akan sepeda onthel berawal saat dia suka merawat sepeda warisan keluarganya merek phoniex. H Zalfi pun dengan bangga gowes menggunakan sepeda tua itu.

"Setelah itu ada kawan yang menawarkan sepeda dari Belanda ya langsung saya beli dua. Setelah itu saya Keranjingan untuk beli sepeda onthel lainnya kini jumlahnya sudah 21 buah," ujar dia.

Soal membeli sepeda hal yang paling utama dan dia buru adalah kelangkaan sepeda termasuk aksesorisnya yang masih original.

Tidak hanya sekedar mengoleksi saja tapi H Zalfi juga bahkan hobi mengayuh sepeda onthel yang tidak tanggung-tanggung dia pernah beberapa kali mengayuh sepeda Tanjung Banjarmasin pulang pergi.

"Saya juga pernah bersepeda dari Banjarmasin ke Palangkaraya pulang pergi juga. Bahkan event tahunan acara HUT Divisi Akri saya pulang pergi Banjarmasin Kandangan," lanjut H Zalfi.

Setiap minggunya H Zalfi bahkan gowes hingga ke Gambut dengan jarak 40 kilometer bersama teman teman komunitas Kosti dan saban

"Seminggu tiga kali saya gowes, hanya Senin dan Kamis saja yang tidak," ungkap bendahara Saban ini.

Apalagi kini kegemaran dan kecintaannya akan sepeda onthel juga menurun pada anaknya H Ahmad Hafidzy.

"Jika ke Tanjung atau yang jauh, saingan saya tinggal H Hafidzy saja. Misalnya berangaktb50 orang dari Banjarmasin paling tinggal tiga orang yang sampai ke finish bersepeda saya dan anak saya ini," pungkas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help