Berita Banjarbaru

Siagakan 1,200 Personel Dalam Operasi Karhutla hingga 30 September 2018, Ini Pesan Kapolda Kalsel

Polda Kalsel gelar Apel pasukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) digelar di Lapangan Polri Jalan Ahmad Yani Km 21

Siagakan 1,200 Personel Dalam Operasi Karhutla hingga 30 September 2018, Ini Pesan Kapolda Kalsel
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rachmat Maulana dalam apel kesiapan menghadapi Karhutla di Lianganggang, Kamis (2/8/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Polda Kalsel gelar Apel pasukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) digelar di Lapangan Polri Jalan Ahmad Yani KM 21, Lianganggang, Banjarbaru oleh Polda Kalsel, Kamis (2/8/018).

Diikuti TNI dan Polri, BPBD, Basarnas, BPK dari berbagai wilayah di Kalsel juga dari PT Angkasa Pura, apel ini diipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Polisi Rachmat Mulyana.

Operasi digelar mulai 2 Agustus hingga 30 September 2018 dengan mengerahkan 1.200 personel berbagai unsur mulai TNI dan Polri, BPBD serta lainnya.

Irjen Polisi Rachmat Mulyana mengatakan kini tengah bulan kemarin dengan sedikit hujan, kemarau basah. Berpotensi terjadi kebakaran hutan di wilayah-wilayah tertentu. Sangat penting kiranya, imbau Irjen Rachmat, agar kabupaten atau kota membuat perda tentang karhutla.

Baca: Live Streaming Piala AFF U-16 2018 : Indonesia Vs Vietnam Live Streaming Indosiar Pukul 19.00 WIB

Pesan lainnya Dinas terkait kehutanan atau perkebunan untuk selalu memantau di lapangan. Lalu, memaksimalkan peralatan penanganan karhutla.

Pada kesempatan itu Kapolda Kalsel jadi inspektur upacara, dan komandan upacara yakni Kepala Detasemen B Pelopor Satuan Brimob Polda Kalsel AKBP Ahmad Arif Sofyan.

Kapolda pun memastikan jajarannya bakal menindak tegas pelaku pembakaran lahan dengan menjerat pidana sesuai Undang-Undang yang berlaku.

Dia juga berpesan tiap perusahaan membuat kesiapan dalam menghadapi karhutla. Seperti menyediakan sarana dan prasarana pemadaman. Juga buat kolam penampungan air.

Kemudian posko terpadu dan pos pantau di wilayah rawan hingga tingkat kecamatan dan desa agar didirikan. (banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help