Berita Tanahbumbu

SMAN 1 Sungai Loban Bina 10 Sekolah Menuju Adiwiyata Mandiri

SMAN 1 Sungai Loban, saat ini terus melakukan pembinaan kepada 10 sekolah yang ada di Kabupaten Tanahbumbu.

SMAN 1 Sungai Loban Bina 10 Sekolah Menuju Adiwiyata Mandiri
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Siswa SMAN 1 Sungai Loban berkumpul di lapangan yang bebas sampah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - SMAN 1 Sungai Loban, saat ini terus melakukan pembinaan kepada 10 sekolah yang ada di Kabupaten Tanahbumbu. Pasalnya, setelah mendapatkan predikat sekolah Adiwiyata Nasional, sekolah ini mempersiapkan diri untuk menuju Adiwiyata Mandiri.

Pasalnya, untuk mewujudkan itu, pihak sekolah harus melakukan pembinaan kepada 10 sekolah dengan memberikan pemahaman untuk menjadi sekolah adiwiyata. Sebab, selama ini, SMAN 1 Sungai Loban sudah menerapkan beberapa program sekolah yang menjadikan Adiwiyata Nasional, termasuk Bank Sampah.

Sehingga di sekolah tersebut tak nampak adanya sampah sedikitpun. Bahkan, sampah dedaunan pun sudah dibungkus rapi dalam sebuah plastik yang nantinya dibuang tiap harinya bekerjasama dengan Dinas Lingkungan hidup Tanbu.

Selain itu, tiap depan ruang kelas juga ada kran air. Sehingga mempermudah siswa-siswinya untuk mencuci tangan. Selain itu, ruang kelas juga dikelilingi bahan kreativitas dari siswa-siswinya yang semuanya dari bahan bekas. Bahkan banyak tanaman di dalamnya begitu juga di depan kelasnya.

Baca: Prediksi Susunan Pemain Timnas U-16 Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U-16 2018 Live Indosiar

Menurut Kepala SMAN 1 Sungai Loban, Samidi, Kamis (2/8/18) mengatakan sekolahnya sudah menjadi sekolah Adiwiyata Nasional sejak 2017 lalu. Sebab itu, sekolah ini menjadi salah satu sekolah sehat di Tanbu dan kreatif.

"Sekarang yang kami kejar adalah Adiwiyata Mandiri yang syaratnya harus melakukan pembinaan 10 sekolah di Tanbu dan saat ini sudah kami jalankan," katanya didampingi Wakasek SMAN 1 Sungai Loban, Akip.

10 sekolah yang jadi binannya adalah SMPN 2 Sungai loban, SMPN 3 Kusan Hulu, SDN 1 Sarimulya, SDN 2 Sari Mulya, SDN Sebamban Lama, SDN Tri Martani, SDN Sari Utama, SDN Marga Mulya, SDN Batu Meranti 1 dan SDN Batu Meranti 2.

"Mereka dibina dan didorong untuk menjadi sekolah adiwiyata Kabupaten. Hanya saja sebagian sekolah menilai untuk mencapai itu semuanya perlu biaya mahal padahal tidak. Seperti kami, semuanya tergantung pada pemanfaatan di wilayah sekitar dan menjadikan sekolah sehat," katanya.

Baca: Jadwal & Link Live Streaming Indosiar Timnas U-16 Indonesia vs Vietnam Piala AFF U-16 2018

Pembinaan itu dilakukan selama satu minggu sekali tiap Jumat. Sekolah didatangi secara bergantian untuk diberikan binaan dan kerjasama dengan pihak terkait untuk pengadaan pohon dengan menggaet Dinas Kehutanan.

'"Satu di antara syarat menjadi sekolah Adiwiyata mandiri adalah 50 persen dari sekolah binaan harus menjadi sekolah Adiwiyata Kabupaten. Ini yang sedang diperjuangkan dan menjadikan sekolah nyaman dan rindang serta pemahaman cinta lingkungan," katanya.

Proses ini menuju Adiwiyata Mandiri masih digenjot dan berharap nantinya bisa meraih predikat tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved