Berita Banjarmasin

ULM Diberi Kepercayaan Menyusun Konsep Ketahanan Energi Oleh FRI

Kuliah umum ini mengusung tema Kedualatan Energi Indonesia Menyongsong Revolusi Industri 4.0 (four poin zero).

ULM Diberi Kepercayaan Menyusun Konsep Ketahanan Energi Oleh FRI
banjarmasinpost.co.id/airul syahrif
Kuliah Umum di Aula Lantai 1 Rektorat ULM Banjarmasin, Kamis (28018) pukul 09.30 Wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin gelar kuliah umum. Kali ini materi kuliah umum disampaikan oleh Guru Besar tetap Institut Teknologi Badung (ITB), Prof Dr Purnomo Yusgiantoro, MSc, MA, PhD. Beliau juga Founder Yusgiantoro Center (FYC), selain itu juga Go-Founder Universitas Pertahanan Indonesia.

Kegiatan ini dihelat di Aula Lantai 1 Rektorat ULM Banjarmasin, Kamis (2/8/2018) pukul 09.30 Wita.

Kuliah umum ini mengusung tema Kedualatan Energi Indonesia Menyongsong Revolusi Industri 4.0 (four poin zero).

Para mahasiswa dan mahasiswi ULM berbondong-bondong memenuhi aula. Menurut buku absen kehadiran, tertulis ada 1.264 peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Baca: Harga Tiket Pembukaan ASEAN GAMES 2018 Capai Rp 7,5 Juta, Ini Kata Erick Thohir

Dalam materi ini ada tiga poin penting yang akan dibahas. Di antaranya yaitu konsep kedaulatan energi, revolusi industri 4.0, dan Kedualatan Energi.

Kuliah umum dibuka secara langsung oleh rektor ULM Banjarmasin yang juga sekaligus sebagai Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Prof Dr H Sutarto Hadi, MSi, MSc.

Dijelaskannya bahwa di FRI ini mempunyai beberapa Kelompok Kerja (Pokja). Kegiatan ini merupakan satu di antara Pokja FRI yang menangani tentang ketahanan energi. Untuk Pokja tersebut ULM diberikan kepercayaan untuk di jadikan sebagai koordinator.

Baca: Prediksi Susunan Pemain Timnas U-16 Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U-16 2018 Live Indosiar

"Saya sendiri sebagai rektor ULM, diberi kepercayaan untuk menyusun sebuah konsep yang berkaitan dengan ketahanan energi. Konsep itu akan segera disampaikan kepada bapak presiden, dalam rangka untuk menyusun pembangunan 2019 ke depan. Dan kami mendapatkan pakar yang paling cocok dan berkompeten, dia ya, Purnomo Yusgiantoro. Karena beliau merupakan mantan Mentri ESDM selama dua periode, dan juga mantan Menteri Pertahanan. Kuliah umum hari ini merupakan pemanasan, sebelum nanti serangkaian FGD yang kami laksanakan beberapa hari ke depan," jelasnya pada BPost, Kamis (2/8) pagi.

Dewan Pembina FRI, Rohmad Wahab mengtakan bahwa Indonesia saat ini masih minim memanfaatkan solar energy.

Baca: Ini Daftar Harga Tiket Asian Games 2018 Untuk 36 Cabor, Termahal 7,5 Juta

Solar energy adalah memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi.

"Padahal kita itu sangat diuntungkan yang berada di garis katulistiwa. Jadi, kami memikirkan bagaimana matahari ini sebagai sumber energi. Dan banyak lagi terobosan-terobohan baru energi yang baru dan terbarukan. Entah dari alam atau ide lainnya nanti," tuturnya.

(Banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Penulis: Airul Syahrif
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved