Berita Tabalong

40 Personel Disiagakan 24 Jam untuk Penanganan Karhutla

Saat ini di Tabalong telah ditetapkan status siaga darurat penanganan kebakaran hutan lahan (karhutla) kabut asap dan kekeringan.

40 Personel Disiagakan 24 Jam untuk Penanganan Karhutla
banjarmasin post group/ dony usman

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Saat ini di Tabalong telah ditetapkan status siaga darurat penanganan kebakaran hutan lahan (karhutla) kabut asap dan kekeringan.

Penetapan status ini berdasarkan SK Bupati Tabalong Nomor 188.45/39 1/2018 tanggal 30 Juli 2018, akan berlangsung dari 1 Agustus sampai dengan 30 November 2018.

Terkait dengan penetapan status ini maka ditindaklanjuti dengan adanya penetapan pos komando (posko) dan pos lapangan penanganan siaga darurat karhutla, kabut asap dan kekeringan di kabupaten Tabalong.

Baca: Siap Sahkan Raperda Baru, DPRD HSU Susun Naskah Akademik

Kepala BPBD Kabupaten Tabalong, Alfian, Jumat (3/8/2018), mengatakan, saat ini posko terpadu penanganan siaga darurat karhutla, kabut asap dan kekeringan sudah didirikan di area Tanjung Expo Center, Mabuun.

"Untuk posko terpadu penanganan bencana karhutla, kabut asap dan kekeringan tahun 2018 sudah diaktifkan sejak 2 Agustus dan untuk sementara waktu ini kami aktifkan sampai dengan tanggal 31 Agustus 2018, " jelasnya.

Baca: Wow Nasi, Mie dan Minuman Menggoda di Jungle Coffe

Tetapi apabila nanti sampai 31 Agustus 2018, kejadian hotspot ataupun karhutla cukup banyak, maka posko terpadu akan perpanjang lagi selama-lamanya sampai 30 November 2018, sesuai dengan masa siaga darurat yang dimulai pada 1 Agustus sampai dengan 30 November 2018.

Disampaikannya juga, untuk posko terpadu ini melibatkan berbagai unsur terkait yang dalam 24 jam disiagakan sebanyak 40 personil.

Unsur yang terlibat yakni dari pemerintah daerah yaitu melalui BPBD Tabalong dan Damkar kabupaten Tabalong.

Baca: Kapolres HST dan Dandim Latihan Menembak Bersama

Kemudian juga dari Kodim 1008 Tanjung, Polres Tabalong, RAPI, Kantor Pengelolaan Hutan Tabalong, Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) terutama yang berada di daerah Kecamatan Tanjung, Tanta dan Murungudak serta serta ditambah dengan unsur-unsur lain sebagai pendukung di lapangan.

"Jadi dengan adanya posko terpadu ini menjadi pusat kegiatan penanganan kebakaran hutan lahan dan kabut asap di kabupaten Tabalong, baik berupa pelaporan dan penanganan di lapangan,"kata Alfian.

Baca: Ingin Mengenal Lebih Jauh Tentang Rasa Kopi? Datangi Tempat di Banjarmasin Ini

Kemudian untuk mendukung pelaksanaan tugas posko terpadu, beberapa peralatan pendukung juga disiapkan.

Di antaranya, untuk media center yang dilengkapi telpon, radio, komputer, papan informasi dan juga buku pelaporan.

Sedangkan peralatan penanganan kejadian di lapangan berupa ada mobil doublecabin motor trail, mobil pemadam tangki, jet shooter atau pompa air panggul, gepyok, GPS dan sarana navigasi yang terhubung dengan Hp android.

Baca: Saidi Mansyur Cek Kesiapan Haul Abah Anang

"Untuk unit pemadam tangki setiap hari ada 4 unit yang distandbykan di posko terpadux dari 44 unit yang ada di seluruh Tabalong," katanya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help