Berita Tanahlaut

Camat Kintap Ajak Kepala Desa Datangi Kejaksaan Negeri Tanahlaut

Camat Kintap, Sutarno mengajak para kepala desa se Kecamatan Kintap mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Jumat (3/8/2018).

Camat Kintap Ajak Kepala Desa Datangi Kejaksaan Negeri Tanahlaut
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Camat Kintap, Sutarno (paling kiri) mengajak para kepala desa se Kecamatan Kintap mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Jumat (3/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Camat Kintap, Sutarno mengajak para kepala desa se Kecamatan Kintap mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Jumat (3/8/2018).

Mereka diterima Kepala Seksi Intelejen pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Toni Yuswanto bersama jajarannya di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

Satu persatu para kepala desa itu memberikan paparan singkat dihadapan Toni Yuswanto terkait rencana penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa 2018.

Baca: Ingin Mengenal Lebih Jauh Tentang Rasa Kopi? Datangi Tempat di Banjarmasin Ini

Camat Kintap, Sutarno mengaku membawa para kepala desa itu untuk memohon pendampingan tim TP4D Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

Tujuan pendampingan itu, diakui Sutarno agar dalam pelaksanaan pembangunan di perdesaan sesuai porsi dan aturan.

"Pendampingan TP4D dari Kejaksaan Negeri Tanahlaut ini fokusnya pembangunan fisik saja. Apabila terjadi kendala di lapangan dapat meminta masukan dari TP4D," harapnya.

Baca: Ingin Tahu Berapa Biaya yang Harus Dikeluarkan Napi untuk Telepon? Ini Rinciannya

Toni Yuswanto dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, usai pertemuan dengan para kepala desa se Kecamatan Kintap, mengaku dalam kaitan pendampingan TP4D.

"Tadi itu hanya paparan secara umum saja. Saya jelaskan keberadaan TP4D hanya memberikan pendampingan selama proses pembangunan fisik di Desa," katanya.

Tidak lantas diberikan pendampingan TP4D penggunaan dana desa 2018 ini semaunya. Harus sesuai aturan yaitu swakelola dengan program padat karya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Indosiar Timnas U-16 Indonesia vs Timor Leste Piala AFF U-16 2018

Program padat karya di Desa itu melibatkan warga setempat yang pengangguran, setengah pengangguran dan miskin.

Sasaran padat karya di perdesaan itu bagaimana terjadi peningkatan tarap hidup masyarakatnya, Jelas Toni.

"Jika di satu desa tidak ada tenaga ahlinya. Maka dengan keputusan musyawarah desa meminta tenaga ahli dari desa tetangga atau penyedia," katanya.

Baca: Saidi Mansyur Cek Kesiapan Haul Abah Anang

Apabila mengunakan tenaga ahli dari desa tetangga atau penyedia, Maka buruh kasar atau pelayan pembangunan fisik harus melibatkan warga desa setempat.

"Sudah semua Desa di Kecamatan mengajukan permohonan pendampingan TP4D. Kecuali Kecamatan Bumimakmur," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved