Berita Batola

Ekseksusi Penertiban PKL Ditunda, Pemkab Batola Kembali Gelar Rapat

Pemkab Batola memutuskan eksekusi ratusan Pedagang kaki lima (PKL Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Alalak.

Ekseksusi Penertiban PKL Ditunda, Pemkab Batola Kembali Gelar Rapat
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
PKL lapak meja non permanen menandatangi surat pernyataan minta solusi dari Pemkab Batola menjelang penertiban menyambut Hari Pangan Sedunia (HPS) Nasional tahun 2018. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Pemkab Batola memutuskan eksekusi ratusan Pedagang kaki lima (PKL Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Alalak kabupatan setempat. Saat ini tim penertiban PKL masih mematangkan rencana eksekusi membersihkan pinggir jalan Alalak dari PKL.

“Kami tegaskan sekali lagi. Lahan yang ditempati PKL itu jalur hijau. Jalur hijau tak boleh ada PKL. Jadi kita akan bersinkan jalur hijau di pinggir jalan Alalak dari PKL. Untuk eksekusinya memang kita tunda. Tim penertiban akan menggelar rapat lagi,” kata Ketua Tim Penertiban PKL Alakak, Drs Antoni, Jumat (3/8/17).

Camat Alalak Haris Isroni pun menghendaki taman dan trotor di Jalan Trans Kalimantan itu bersih dari PKL.

Baca: Sejumlah Pohon Akan Dipotong untuk Akses Kaum Difabel, Ini Penjelasan Pemko Banjarmasin

“Penertiban PKL ini agar lahan itu bisa berfungsi kembali. Selama ini, PKL itu berjualan di taman-taman, baik permanen atau tidak permanen,” kata Haris.

Menurut Haris, sudah ada beberapa PKL yang lapor ke lurah setempat dan lurah melapor ke kecamatan. PKL menghendaki agar tetap bisa mencari nafkah dan ini sudah disampaikan ke Satpol PP dan ketua tim penertibanPKL Alalak.

Baca: Pemko Masih Tunggu Perhitungan Tim Apraisal untuk Jalan Simpang Pengambangan

Sebelumnya, puluhan pedagang kaki lima (PKL) lapak meja non permanen berkumpul di depan trotoar Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Alalak Kabupaten Batola, Minggu (29/7/18) lalu.

Mereka menandatangani surat pernyataan minta solusi dari Pemkab Batola seiring penertiban menjelang penertiban menyambut Hari Pangan Sedunia (HPS) Nasional tahun 2018 di Desa Jejangkit Muara.

Salah perwakilan PKL lapak meja non permanen yang juga pedagang daster, Udin Kidat, menyatakan PKL di pinggir jalan Alalak mendapat pemberitahuan dari Sekda Batola No 331/290/Satpol PP 2019/ tertanggal 24 Juli diMarabahan, tentang pembongkaran Trans Kalimantan.

Baca: Hasil Bhayangkara FC vs PSMS Medan Liga 1 2018 - Skor 2-0 di Babak Pertama

“Yang kami pertanyakan itu PKL yang dibongkar itu sebagian saja sampai di seberang Sate Stegal. Kenyataanya, PKL buah itu tidak kena penertiban. Ini sentimen. Penertiban ini sudah dua kali dan PKL buah tak pernah disentuh. Kami PKL lapak meja non permanen diberi waktu sampai 2 Agustus ini,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help