Berita Batola

Mau Dirawat di RSUD H Abdul Aziz, Penderita Tumor Asal Alalak Ini Malah Memilih Pulang

Anita malah memilih pulang saat disuruh menginap dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah H Abdul Aziz Batola.

Mau Dirawat di RSUD H Abdul Aziz, Penderita Tumor Asal Alalak Ini Malah Memilih Pulang
banjarmasin post group/ edi nugroho
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Batola, M Hatta saat berada di Rumah Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Anita (35), penderita tumor dan kanker di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola tampaknya belum yakin dengan jaminan pengobatan yang diberikan pemkab setempat.

Buktinya, Anita malah memilih pulang saat disuruh menginap dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah H Abdul Aziz Batola.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Batola, Sugian Noor, menyesalkan keputusan Anita (35), penderita tumor dan kanker di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola yang memilih pulang.

Baca: Hasil Bhayangkara FC vs PSMS Medan di liga 1 2018 - Skor Akhir 3-1, Diwarnai Penalti Gagal

“Iya keputusan dari keluarga Anita sangat kita sesalkan. Seharusnya, Anita dirawat dulu di Rumah Sakit Umum Daerah H. Abdul Aziz untuk menjalani proses pengobatan,” kata Sugian Noor, Jumat (3//8/17).

Dijelaskannya, Pemkab Batola sudah menjamin semua biaya pengobatan dari Anita dari dana APBD. Namun, kenapa malah Anita, penderita memilih pulang. Rumah Sakit Umum Daerah H Abdul Aziz sudah menyiapkan kamar untuk Anita dan dokter spesialis.

“Kita harapkan Anita tetap mau diobati oleh Pemkab Batola,” kata Sugian.

Baca: Hasil Latihan Bebas (FP) 3 MotoGP Ceko 2018 - Dani Pedrosa Tercepat, Valentino Rossi Tercecer

Sementara itu, Anita (35), penderita tumor dan kanker di tangan selama 16 tahun, menyatakan pada 2002 pihak keluarga pernah berkonsultasi ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin dan dinyatakan dirinya mengidap penyakit tulang keropos. Namun tak menyangka penyakit ini berkembang menjadi kanker.

Pada 2007 Anita juga pergi lagi ke rumah sakit di Banjarmasin. Dari pihak rumah sakit menyatakan dinyatakan tangan harus diamputasi. Pada 2017, pihak rumah sakit menyatakan tak berani mengoperasi karena pembuluh darah sudah pecah.

Baca: Pemko Banjarmasin Sengaja Pertahankan Pohon yang Tumbuh di Trotoar, Ini Alasannya

“Saya sempat nggak sadar 10 hari dan drop. Badan terasa panas dan sakit karena tumor ini,” katanya.

(banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help