Haji 2018

PPIH Arab Saudi Bentuk Tim Khusus Buru Penipu Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci

Tim tersebut akan memburu para penipu yang rata-rata justru mukimin, warga Indonesia yang tinggal di Saudi.

PPIH Arab Saudi Bentuk Tim Khusus Buru Penipu Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci
kemenag.go.id/MCH
Suasana Kabah di Masjidil Haram, Rabu (18/2/018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKKAH —Seratus ribu lebih jemaah haji Indonesia hingga hari ini telah berada di Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam yang kelima, ibadah haji 2018.

Tidak sedikit jemaah haji yang menjadi korban aksi kejahatan berupa penipuan di Tanah Suci. Untuk mengatasi hal itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk tim khusus.

Tim tersebut akan memburu para penipu yang rata-rata justru mukimin, warga Indonesia yang tinggal di Saudi.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Endang Jumali, Rabu (01/08) malam menjelaskan, pihaknya telah menerima beberapa laporan kasus penipuan. “Modus paling sering adalah berpura-pura menawarkan bantuan jasa kepada jemaah,” ungkap Endang. Untuk mengelabui korban agar kian percaya, sebagian pelaku mengenakan seragam petugas haji.

Baca: Hari Ke-17 Sebanyak 21 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci, 19 di Madinah, 2 di Makkah

“Padahal itu seragam tahun-tahun sebelumnya,’’ katanya. Karena itu, PPIH Arab Saudi mengganti seragam petugas haji setiap tahun. Pada baju seragam terbaru selalu ada tulisan tahun penugasan. “Selain itu, setiap petugas selalu mendapat ID-Card yang harus dikenakan selama bertugas,” tambahnya.

Endang menjelaskan, ada pula penipu yang mengenakan gelang haji buatan tahun-tahun lalu. Dengan modal gelang tersebut, penipu bisa mendekati calon korban dengan mengaku sebagai sesama jemaah. ’’Karena itu, sosialisasi ke jemaah sangat penting. Jemaah harus mengenali ciri-ciri petugas yang legal dan tidak,’’ terangnya.

Mengantisipasi masalah tersebut, PPIH menempatkan petugas haji di setiap hotel yang ditempati jamaah haji. Selain membantu jemaah, petugas tersebut wajib mencegah masuknya penyusup ke hotel. Biasanya, penyusup tersebut mengaku sebagai kerabat jemaah. ’’Kedua, kami adakan operasi senyap untuk menangkap para pelaku,’’ tuturnya.

Baca: Hasil Turnamen Badminton BWF World Championship 2018 : Marcus/Kevin Terhenti di Perempatfinal

Tim yang masuk dalam operasi senyap akan bergerak di sekitar Masjidil Haram.  ’’Tim itu akan melakukan investigasi,” katanya.

Mereka mengincar orang-orang yang menyaru sebagai petugas haji. Jika ditemukan petugas haji gadungan, tim akan mengikuti dan memburu mereka secara diam-diam.

’’Kalau operasi dilakukan secara terang-terangan, mereka malah kabur,’’ katanya. Jika saatnya tepat, tim akan membekuk petugas haji gadungan itu dan memproses mereka di kantor daker.

Dia mengakui, kasus-kasus penipuan selalu ada setiap tahun. PPIH Arab Saudi sudah mewanti-wanti kepada petugas di sektor khusus (seksus) agar menerapkan strategi perlindungan jemaah yang efektif. (kemenag.go.id/MCH)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help