Berita Tanahlaut

Anggota Satpol PP Tanahlaut Digerebek Istri, Ini Klarifikasi Jumlah Istrinya

Kasus anggota Satpol PP Tanahlaut digerebek istri di satu , tinggal menunggu sanksi.

Anggota Satpol PP Tanahlaut Digerebek Istri, Ini Klarifikasi Jumlah Istrinya
net
Ilustrasi selingkuh 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kasus anggota Satpol PP Tanahlaut digerebek istri di satu kamar hotel berbintang di Jalan A Yani Km 4,5 Kota Banjarmasin, tinggal menunggu sanksi.

Kepala Bidang Aparatur dan Linmas pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanahlaut, Tony Permana, mengatakan sudah ada telahaan staf sebagai bahan putusan sanksi dari pimpinan, ada tiga sanksi, yaitu diberikan peringatan keras, diberhentikan sementara dan diberhentikan sebagai anggota Satpol PP Tanahlaut.

"Status kepegawaian Iras Osward Manullang sebagai PTT (pegawai tidak tetap) sejak 2007. Saudara Iras memiliki satu istri dengan status perkawinan siri," kata Tony Permana kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (4/8/2018).

Baca: Capres Cawapres Pilpres 2019, Hari Pertama Pendaftaran, Prabowo Malah Unggah Foto Ini

Tony Permana menjelaskan Iras Osward Manullang tidak hanya dimintai keterangan terkait kasusnya dilabrak istri siri, tapi dilakukan pemeriksaaan urine yang hasilnya negatif dari dugaan pengaruh obat terlarang.

Tony Permana menegaskan sesuai keterangan hanya memiliki satu istri berstatus istri siri.

Itu sekaligus meralat keterangannya yang menyebutkan Iras Osward Manullang memiliki tiga istri.

Baca: Panji Trihatmodjo Resmi Menikahi Varsha Strauss, ini 5 Selebriti yang Pernah Dekat dengan Panji

"Jadi info awal yang kita dapatkan dari sesama anggota Satpol PP Tanahlaut bahwa saudara Iras Osward Manullang memiliki tiga istri tiga orang dengan status perkawinan siri adalah tidak benar," kata Tony.

Keterangan lainnya, saat anggota Satpol PP Tanahlaut itu digerebek istrinya, tidak terjadi tindakan asusila.

Itu sesuai keterangan ada empat orang dalam kamar hotel tersebut.

Baca: Begitu Berartinya Kursi Kosong Bagi Jemaah Calon Haji yang Tertunda

"Keterangan yang bersangkutan, dalam kamar hotel itu ada empat orang. Dua orang lainnya sedang berada di luar kamar hotel untuk makan sore, hingga terjadi peristiwa pelabrakan," jelas Tony Permana.

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help