Pendaftaran Capres Cawapres

Dinilai Tak Sesuai UUD, Pasal 222 UU Pemilu Digugat Para Tokoh ini

Sementara pendaftaran sudah mulai dibuka Sabtu, masih ada dua gugatan terkait pilpres yang masih menanti putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Dinilai Tak Sesuai UUD, Pasal 222 UU Pemilu Digugat Para Tokoh ini
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sementara pendaftaran sudah mulai dibuka Sabtu, masih ada dua gugatan terkait pilpres yang masih menanti putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan pertama soal presidential threshold.

Gugatan yang sedang berjalan kali ini bukanlah yang pertama.

Sejumlah gugatan sebelumnya gugur di palu hakim MK.

Sejumlah aktivis, akademisi, pegiat demokrasi, dan tokoh masyarakat, menggugat soal ambang batas calon presiden.

Baca: Pernikahan Panji Trihatmodjo Varsha Strauss, Prabowo Tuliskan Nama Baru Panji?

Sejumlah nama beken ikut meneken gugatan ke MK, di antaranya Busyro Muqoddas, Dahnil Anzar Simanjuntak, Denny Indrayana, Titi Anggaraini, Hadar Gumay, Feri Amsari, dan Rocky Gerung.

Pasal yang digugat adalah UU Pemilu No 7/2017.

Mereka keberatan atas Pasal 222 UU Pemilu tentang ambang batas capres.

Mereka menilai pasal tersebut membuat kebebasan rakyat dalam memilih menjadi terbatas.

Baca: Sah, Panji Trihatmodjo Nikahi Varsha Strauss, Loh Pada Tanya Mayang Sari

Selain itu, pasal 222 ini dinilai tak sesuai dengan UUD '45.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved