Berita Banjarmasin

Kain Tenun Pagatan Kalsel Jadi Warisan Budaya Nasional Tahun 2018, Pria Ini Paling Berjasa

Kain Tenun Pagatan dari Kebupaten Tanahbumbu sendiri termasuk tiga warisan budaya Kalimantan Selatan

Kain Tenun Pagatan Kalsel Jadi Warisan Budaya Nasional Tahun 2018, Pria Ini Paling Berjasa
Istimewa
Perajin sedang mengerjakan Kain Tenun Pagatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kalimantan Selatan bukan hanya memiliki sasirangan sebagai kain tradisionalnya, namun ada juga kain Tenun Pagatan.

Kain Tenun Pagatan dari Kebupaten Tanahbumbu sendiri termasuk tiga warisan budaya Kalimantan Selatan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam sidang yang dilaksanakan di Jakarta pada 1-4 Agustus 2018.

Salah satu yang memproduksi kain tenun Pagatan adalah Abd Aziz, warga Pagatan yang memulai usaha kerajinan tenun khas sejak tahun 2015.

Baca: Hasil Persib Bandung vs Sriwijaya FC : Skor Babak Pertama 2-0, Wanggai Cetak Gol

Aziz menceritakan awalnya ia membuka usaha kain tenun ini bermula dari ketertarikannya dengan cara pembuatan kain tenun itu sendiri.

"Awalnya saya tertarik dengan cara pembuatannya, kemudian saya membuat dan memakai sendiri kain tenunnya, seiring berjalannya waktu saya menjual kain itu dan sekarang menjadiahan pekerjaan," ujar Aziz.

Dijelaskan Aziz, kain tenun yang dikerjakannya sekarang ada dua macam, yakni jenis Gedog dan jenis Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Baca: Heboh Sedunia! Ternyata Sosok Kiki dari Lagu Drake In My Feelings Adalah 2 Cewek, Ini Faktanya

"Kalau jenis Gedog itu karena turun temurun, sedangkan ATMB saya mulai sejak tahun 2015," jelas Aziz.

Aziz melanjutkan untuk proses pengerjaan satu lembar kain ATBM dapat memakan waktu satu hari perlembar, sedangkan Gedog bisa 20 hari hingga 30 hari.

"Gedog itu pengerjaannya sangat manual, sehingga prosesnya sampai selesai cukup lama," katanya.

Ia menceritakan perbedaan kain tenun Pagatan dengan kain tenun lain yakni dari segi motif warna.

Halaman
12
Penulis: M Maulana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved