Health Info

Kamu Lihat Seseorang Mendadak Kena Serangan Jantung, Jangan Panik! Lakukan Hal Ini

Jika sudah begitu, maka kesigapan kita dalam memberi pertolongan menjadi hal yang sangat dibutuhkan.

Kamu Lihat Seseorang Mendadak Kena Serangan Jantung, Jangan Panik! Lakukan Hal Ini
Kompas.com/shutterstock
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Seseorang bisa saja mendadak kena serangan jantung. Lalu, bagaimana kita yang terdekat bersikap?

Jika sudah begitu, maka kesigapan kita dalam memberi pertolongan menjadi hal yang sangat dibutuhkan.

"Rasanya dada sangat sakit kayak mau mati, seperti ditekan benda berat. Enggak ada cara lain segera bawa ke rumah sakit."

Demikian penuturan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Heart Center Siloam Hospital Lippo Village, Vito Damay di Jakarta, Jumat (3/8/2018) kemarin.

Baca: Jadwal Live Indosiar & Prediksi Susunan Pemain Persib vs Sriwijaya FC Liga 1 2018 Sabtu (4/8)

Jika ada dalam situasi tersebut, orang yang terkena serangan jantung harus diberi ruang untuk bernafas. Salah satu caranya bisa dengan membuka bajunya agar dia bisa bernafas senyaman mungkin.

Selain itu, buat orang-orang sekitar tidak dalam situasi mengerumuni.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Ochannel Bali United vs PSIS Semarang, Tanpa Lilipaly

"Jangan dikerubungi, jangan dipakai selfie atau direkam. Bawa ke rumah sakit," tuturnya.

Jika orang yang terkena serangan jantung tersebut memiliki obat yang dibekali dokter, maka obat tersebut bisa diminumkan.

Biasanya, kata Vito, adalah obat bawah lidah yang berfungsi untuk meredakan gejala serangan jantung.

Baca: BREAKING NEWS : Kapal KM Satya Kencana dari Surabaya Terbakar di Laut Jawa, 250 Orang Dievakuasi

Namun, obat itu tidak membuat kita menunda untuk membawanya ke rumah sakit melainkan hanya bisa diberikan ketika dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Itu untuk meredakan gejala saja tapi tidak menyelamatkan nyawa dia, atau menghancurkan pembekuan darah," kata Vito.

Hal terakhir yang bisa dilakukan adalah berdoa semoga dia masih bisa bertahan hingga rumah sakit.

"Karena banyak orang (serangan jantung) enggak bisa sampai ke rumah sakit," ucapnya. (Nabilla Tashandra)

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help