Berita Internasional

Drone Meledak di Atas Kepala Presiden Venezuela 'Ini Adalah Upaya Membunuh Saya'

Presiden Venezuela Nicolás Maduro diserang dalam acara siaran langsung di televisi Venezuela, Minggu malam.

Drone Meledak di Atas Kepala Presiden Venezuela 'Ini Adalah Upaya Membunuh Saya'
AFP
Presiden Venezuela Nicolás Maduro

"Investigasi akan berjalan," katanya. 'Tidak peduli siapa pelakunya.'

Pemerintah Venezuela menuduh aktivis oposisi merencanakan untuk menyerang dan menggulingkan Maduro, yang telah dituduh sebagai pemimpin otoriter, dan terus bergerak untuk memusatkan kekuasaan saat bangsa itu mengambil krisis ekonomi yang melumpuhkan.

Jaksa Agung Venezuela, Tarek William Saab, mengatakan percobaan pembunuhan ditujukan tidak hanya pada Maduro, tetapi juga seluruh komando tinggi militer, yang berada di atas panggung.

Percobaan permbunuhan Presiden Venezuela
Percobaan permbunuhan Presiden Venezuela (AP)

Baca: Johan Budi: Pernyataan Jokowi Soal Relawan Siap Berkelahi, Jangan Diartikan Secara Fisik

"Kami berada di tengah-tengah gelombang perang sipil di Venezuela," kata Saab.

Pejabat setempat mengatakan ada ledakan tangki bensin di dalam sebuah apartemen dekat pidato Maduro di mana asap bisa terlihat dari jendela.

Mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana kesimpulan itu.

Seorang pejabat Kolombia mengatakan klaim Maduro kepada Santos yang diduga terlibat dalam serangan itu sebagai tuduhan tidak berdasar.

Menambah kebingungan, sekelompok kecil yang menyebut dirinya Tentara Berkaus mengaku bertanggung jawab, mengatakan berencana untuk menerbangkan dua drone dengan bahan peledak di atas kepala presiden.

Tetapi tentara pemerintah menembak jatuh sebelum mencapai targetnya.

"Kami menunjukkan bahwa (menyerang) mereka mudah," kata kelompok itu status twitter.

"Tidak berhasil hari ini, tapi hanya masalah waktu."

Penulis: Restudia
Editor: Restudia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help