Berita Hulu Sungai Tengah

Illegal Logging di Pegunungan Meratus Masih Terjadi, Ini Modus yang Dilakukan Para Penebang Liar

Namun, penebangan kayunya tetap saja dilakukan penebang liar. Mereka menebang dan menumpuk kayu di sekitar lokasi penebangan.

Illegal Logging di Pegunungan Meratus Masih Terjadi, Ini Modus yang Dilakukan Para Penebang Liar
istimewa
Salah satu view alam pegunungan Meratus di Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Masyarakat adat di Pantai Mangkiling, Desa Datarajab, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah menginformasikan adanya aktivitas penurunan kayu dari hutan di desa tersebut telah berhenti.

Namun, penebangan kayunya tetap saja dilakukan penebang liar. Mereka menebang dan menumpuk kayu di sekitar lokasi penebangan.

“Entah karena ada razia di daerah bawah oleh kepolisian atau kehutanan. Yang jelas sepekan ini tidak ada lagi aktvitas menurunkan kayu dari Mangkiling ke Papagaran menggunakan sepeda motor Tapi tetap saja kayu mereka tebangi . Mungkin menunggu aparat berhenti razia mereka angkut lagi,”tutur Darsani melalui kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (5/8/2018).

Darsani menyebutkan, sejauh ini, sepengetahuan dia sebagai warga desa tersebut belum ada razia dilakukan di lokasi penebangan oleh polisi kehutanan (Polhut) maupun kepolisian. ”Kalau razia langsung ke lokasi, mungkin mereka tak berani menebang lagi,” kata Darsani.

Menurutnya, jika razia hanya dilakukan di daerah  bawah, para pelaku penebangan akan terus menebangi kayu meranti. Padahall, sejak dulu hutan itu dijaga masyarakat adat setempat sebagai penyangga resapan air.

Bahkan saat ada perusahaan yang mengantongi izin pemerintah untuk mengeksploitasi, warga adat bersama Aliansi Meratus tahun 90-an lalu berjuang agar hutan di sana tak diutak-atik.

“Atas nama warga Pantai Mangkiling, kami sangat berharap aparat kepolisian maupun kehutanan atau tim gabungan langsung ke lokasi, agar mereka benar-benar berhenti menebang,” kata Darsani.

Menurutnya warga setempat tak bisa mencegah, karena dikhawatirkan terjadi konflik dengan para penebang.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Pantai Mangkiling resah maraknya penebangan kayu hutan jenis meranti secara liar.

Penebangan dilakukan oleh warga luar desa yang menurut Darsani dari Papagaran. Kayu yang ditebang, meranti ukuran besar itu dari lokasi penebangan diturunkan menggunakan sepeda motor dengan cara diikat sebelah kiri dan kanan sepeda motor.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help