Selebrita

Nasib Luna Maya dan Cut Tari Ditentukan 7 Agustus Nanti, Ini Alasan Kasusnya Dipreperadilankan

(LSM)(LP3HI) punya alasan terkait pengajuan praperadilan kasus Cut Tari dan Luna Maya video asusila Ariel NOAH

Nasib Luna Maya dan Cut Tari Ditentukan 7 Agustus Nanti, Ini Alasan Kasusnya Dipreperadilankan
tribunnews.com
Cut Tari, Luna Maya dan Ariel NOAH 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Lembaga swadaya masyarakat (LSM) bernama Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) punya alasan terkait pengajuan praperadilan atas status tersangka Cut Tari dan Luna Maya dalam kasus video asusila Ariel NOAH tahun 2010 lalu.

Wakil Ketua LP3HI, Kurniawan Adi Nugroho menjelaskan, alasan pihaknya mengajukan praperadilan Luna Maya dan Cut Tari dalam video yang melibatkan Ariel NOAH adalah demi penegakan hukum.

Pasalnya, status tersangka Cut Tari dan Luna Maya di video yang melibatkan Ariel NOAH masih menggantung hingga sekarang dan tak jelas penegakan hukumnya.

Baca: Syahrini Bisa Dibayar Setengah Miliar Lebih Sekali Manggung, Tapi Syaratnya Ini

Kurniawan juga mengatakan, tindakan ini dilakukan secara sukarela.

"LP3HI secara personal tidak mengenal dan tidak ada hubungan dengan Luna Maya dan Cut Tari," ungkap Kurniawan Adi Nugroho dalam siaran persnya, Jumat (3/8/2018).

"Namun demi kepastian hukum, maka dengan sukarela dan tanpa dibayar oleh siapapun mengajukan gugatan praperadilan ini demi penegakan hukum," tambahnya.

LP3HI menilai bahwa kasus yang menjadikan Cut Tari dan Luna Maya sebagai tersangka dinilai tidak cukup bukti.

"Luna Maya dan Cut Tari tidak cukup bukti dan penyidik Kepolisian tidak mampu memenuhi petunjuk jaksa penuntut umum, sehingga kasusnya berlarut-larut, yang mana sampai saat ini tidak disidangkan di Pengadilan Negeri," kata Kurniawan.

Baca: Ternyata Korban Tewas KM Satya Kencana IX Sempat Mau Naik Pesawat, Ini Kisah Harunya

LP3HI pun meminta polisi untuk menghentikan penyidikan terkati kasus video asusila yang disebut memperlihatkan hubungan intim antara Ariel Noah dengan Luna Maya dan Cut Tari.

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur mengatakan, adapun dua termohon dalam praperadilan ini adalah Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebagai termohon I dan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo sebagai termohon II.

Halaman
12
Editor: Restudia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help