Berita Kabupaten Banjar

Panita Pemekaran Gambut Raya Harapkan Moratorium Dicabut

Tuntutan pemekaran Gambut Raya tidak jalan di tempat selama adanya moratorium.

Panita Pemekaran Gambut Raya Harapkan Moratorium Dicabut
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Ketua Demisioner Panitia Penuntutan Pemekaran Wilayah Kabupaten Gambut Raya, Pangeran Abidinsyah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Tuntutan pemekaran Gambut Raya tidak jalan di tempat selama adanya moratorium.

Musyawarah Besar II Penuntutan Pemekaran Wilayah Kabupaten Gambut Raya digelar di kediaman M Yunani, Minggu (5/8).

Ketua Demisioner Panitia Penuntutan Pemekaran Wilayah Kabupaten Gambut Raya, Pangeran Abidinsyah mengatakan, selama proses tiga tahun memperjuangkan Gambut Raya saat ini sudah menghimpun data musyawarah desa yang sudah 40 persen.

Jika sudah lengkap maka bisa diteruskan ke pemerintah pusat.

Baca: Pria Asal Hulu Sungai Selatan, ini 17 Kali Digigit Ular Kobra, Masih Hidup Hingga Sekarang

Dia menjelaskan, secara administratif sudah memenuhi syarat, penduduk di Gambut Rata sudah 195 ribu jiwa, segi PAD juga sudah memenuhi.

Yakni untuk wilayah Gambut, Kertakhanyar dari BPHTB dan PBB sudah menyumbangkan 40 persen untuk PAD Kabupaten Banjar.

“Tercatat ada sekitar Rp 35 miliar itu belum termasuk dari perhotelan yang saat ini tumbuh di kawasan Gambut, tidak mustahil bisa Rp 50 M. Jika dibandingkan dengan Kabupaten Tapin, maka PAD dari Gambut Raya sudah hampir sebanding,” katanya.

Baca: King Cobra 2,5 Meter Gegerkan Warga Tingang Ujung Palangkaraya

Disebutkannya beberapa syarat pemekaran, kini sudah ada universitas yakni Universitas NU, Stikes Cahaya Bangsa, hotel bintang, lahan pertanian.

Kalau untuk PBB dan BPHTB sudah Rp 30 M belum perhotelan, kalau menuntut syarat pemekaran sudah memenuhi, perbankan, Universitas, hotel bertingkat 18 ada dan lahan pertanian serta sudah membawahi enam kecamatan.

Disebutkannya, keenam kecamatan itu adalah Gambut, Sungai Tabuk, KertakHanyar, Beruntung Baru, Aluhaluh, Tatah Makmur.

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved