Kuliner

Pengrajin Kue Bugis Asal Kalsel Makin Sedikit, Begini Cerita Perajinnya

Dari namanya saja, mungkin tidak banyak masyarakat yang familiar dengan nama kue bugis karena memang sudah tidak banyak

Pengrajin Kue Bugis Asal Kalsel Makin Sedikit, Begini Cerita Perajinnya
istimewa
Proses pembuatan kue bugis Cap Pelangi karya perajin Khairudin di Tanbu, Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dari namanya saja, mungkin tidak banyak masyarakat yang familiar dengan nama kue bugis karena memang sudah tidak banyak yang memproduksi kue ini di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Termasuk menjadi salah satu jajanan khas di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel, hanya ada segelintir pengrajin kue ini termasuk Khairudin.

Ternyata, kue bugis berbentuk seperti cincin berdiameter 5 senti yang bertekstur renyah dengan citarasa manis.

Baca: Kontroversi Arahan Jokowi Pada Relawan, Ruhut Sitompul Bandingkan dengan Semut

Dijelaskan Khairudin, kua bugis olahannya dibuat dari bahan baku yang cukup sederhana diantaranya telur, tepung, mentega dan gula.

Tekstur manis yang dimiliki kue didapatkan pada proses akhir dengan dibubuhi tepung gula putih.

Khairudin memproduksi kue bugis di rumahnya yang berlokasi di Jalan Brigjend Hasan Basri, Desa Pagaruyung, Pagatan, Tanah Bumbu, Kalsel.

Baca: Kasus Video Mesumnya Dipraperadilkan, Luna Maya Malah Posting Endorse dan Hadiri Ultah Syahrini

Sudah selama kurang lebih 18 tahun memproduksi kue bugis, Khairudin mengaku mewarisi usaha dan keahlian membuat kue bugis dari orangtuanya.

"Sebelumnya orangtua yang bikin kue bugis sudah lama sejak 35 tahun yang lalu, setelah itu saya yang lanjutkan," terangnya.

Menurut Khairudin, resep pembuatan jajanan ini merupakan resep turun temurun dari masyarakat keturunan Suku Bugis di Kalsel sejak puluhan tahun lalu.

Baca: Kontroversi Arahan Jokowi Pada Relawan, Andi Arief Kapolri Harus Menangkap

"Sekarang sudah jarang yang bikin, di daerah sini tinggal kurang lebih 3 orang pengrajin termasuk saya," kata Khairudin.

Tak hanya bahannya yang sederhana, cara pembuatan jajanan ini juga sebenarnya tidaklah terlalu rumit.

Adonan yang telah siap dan dibentuk seperti cincin ditata di atas loyang alumunium untuk dikeringkan dengan cara dijemur sebelum selanjutnya digoreng dan ditaburi gula.

Walaupun sederhana namun kue bugis tak jarang jadi pilihan masyarakat sekitar sebagai kudapan manis favorit.

Kue bugis hasil olahan Khairudin banyak dipasarkan di sekitar daerahnya termasuk ke Kotabaru dan Pelaihari Kalsel.

Dikemas dengan plastik bening lengkap dengan logo merek Pelangi, Khairudin tawarkan kue bugis dengan harga Rp 8 ribu dengan ukuran kemasan 100 gram.

Dalam satu hari, rata-rata Khairudin mengaku bisa memproduksi kue bugis hingga 150 bungkus.

"Tapi kapasitas produksi sangat tergantung cuaca, kalau banyak mendung dan hujan biasanya produksi menurun karena adonan perlu dijemur dulu," kata Khairudin.

Selain menjadi sumber penghasilan, Ia mengaku masih setia menjadi pengrajin kue ini sebagai usaha untuk melestarikan kebudayaan kuliner khas Tanah Bumbu yang sudah banyak ditinggalkan.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help