Berita Tanahbumbu

Tunjukkan Tren Meningkat, 3 Penderita HIV AIDS di Tanahbumbu Meninggal Pada 2018

Kasus penderita HIV/AIDS di Kabupaten Tanahbumbu terus meningkat bahkan baru-baru ini, ada bayi yang meninggal dunia.

Tunjukkan Tren Meningkat, 3 Penderita HIV AIDS di Tanahbumbu Meninggal Pada 2018
THINKSTOCK.COM
HIV AIDS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kasus penderita HIV/Aids di Kabupaten Tanahbumbu terus meningkat bahkan baru-baru ini, ada bayi yang meninggal dunia karena terindikasi terjangkit penyakit mematikan tersebut.

Pasalnya, bayi tersebut meninggal dunia sekitar Juli lalu. Bukan hanya sang anak, tetapi juga ibu dan ayahnya kini sudah meninggal dunia di salah satu kecamatan di Kabupaten Tanahbumbu.

Menurut satu sumber di salah satu puskesmas mengatakan kondisi tersebut terjadi karena seks bebas di luar. Akibatnya, istri dan anak menjadi korban dan akhirnya meninggal dunia.

Baca: 13 Awak Kapal KM Bunga Hati II yang Tenggelam di Laut Jawa Berhasil Dievakusi ke Sampit

"Kasihan, sejak hamil sudah terjangkit dan akhirnya setelah bayi lahir diperiksa dan ternyata positif," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahbumbu, H Muhammad Damrah, Minggu (5/8/18), penderitanya memang mengalami kenaikan selama beberapa tahun terakhir.

"Kasus kumulatif temuan kasus HIV Aids 2003-2017 yaitu untuk penderita HIV sebanyak 312, AIDS sebanyak 71 sehingga totalnya sebanyak 383 penderita se Kabupaten Tanahbumbu," katanya.

Baca: Illegal Logging di Pegunungan Meratus Masih Terjadi, Ini Modus yang Dilakukan Para Penebang Liar

Dia mengatakan selama 2018, jajarannya menemukan kasus penderita HIV sebanyak 13 orang dan Aids sebanyak 5 orang. Total selama 2018 ada sebanyak 18 penderita yang berhasil terdeteksi.

"Dapat disimpulkan, jumlah kumulatif temuan kasus HIV AIDs untuk 2003 - 2018 sebanyak 401 penderita yang terdiri dari 325 penderita HIV dan 76 penderita Aids," katanya.

Dia juga mengatakan, selama 2018 ini ada sebanyak 3 orang yang meninggal dunia. Namun dia tidak bisa menyebutkan apakah itu satu keluarga atau berbeda.

Baca: Masih Debat Bentuk Bumi Itu Datar Atau Bulat? Ini Penampakan 3D dari Google Maps

Upaya untuk menekan HIV Aids, jajarannya terus melakukan sosialisasi dan skrining pada siswa SMP dan SMU, tokoh agama, tokoh masyarakat, ibu-ibu Dharma Wanita, pemuda karang taruna. Selain itu juga melakukan sosialisasi dan skrining Hiv pada tenaga kerja diperusahaan.

"Upaya lain adalah pembentukan klinik VCt di setiap puskesmas, Pembentukan klinik CSt di RSUD Tanbu sehingga penderita lebih cepat di obati. Bahkan dibentukanya warga peduli Aids dan pendampingan kepada penderita," katanya.

Baca: Hasil Malaysia vs Singapura di Piala AFF U-16 2018 - Skor Akhir 4-0, Malaysia di Peringkat 2

Selain itu, langkah lainnya adalah pemeriksaan HiV pada ibu hamil dan calon penganten disetiap puskesmas. "Upaya itu yang dilakukan untuk mencegah penyebaran HIV Aids," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help