Berkedok Rumah Sakit, Sindikat Perdagangan Manusia Menjual dan Menukar Bayi yang Baru Lahir

Jual beli manusia masih menjadi isu utama terutama di negara-negara berkembang termasuk India.

Berkedok Rumah Sakit, Sindikat Perdagangan Manusia Menjual dan Menukar Bayi yang Baru Lahir
Metro.co.uk
Polisi meyakini, sebanyak 30 ranjang digunakan sebagai media jual-beli bayi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jual beli manusia masih menjadi isu utama terutama di negara-negara berkembang termasuk India.

Baru-baru ini, petugas kepolisian berhasil membongkar sindikat rumah sakit di mana bayi-bayi “tak diinginkan” dijual dan ditukar.

Rumah sakit itu adalah Palash Hospital di Gwalior, Madhya Pradesh—ada kemungkinan memiliki jaringan dengan rumah sakit lainnya.

Baca: Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Cawapres Prabowo dan Dukungan Kepada Jokowi pada Pilpres 2019

Baca: Ustadz Abdul Somad Singgung Soal Pemimpin Indonesia, Jemaah Doakan Jadi Cawapres Pilpres 2018

Oleh media, rumah sakit jenis ini disebut dengan istilah “baby farm” alias “peternakan bayi”.

Seperti dilaporkan oleh pihak kepolisian, rumah sakit ini dikabarkan menerima persalinan bayi dari ibu korban pemerkosaan atau hubungan kumpul kebo.

Dari operasi yang dijalankan, polisi berhasil mengamankan dua bayi—ada kemungkinan bayi-bayi yang lain sudah diperjualbelikan sebelum kasus ini terendus.

Baca: Jawaban Jokowi Saat Ditanya Kapan Daftar Capres ke KPU Jelang Pilpres 2019

Lima orang, termasuk manajer rumah sakit, telah ditangkap terkait kasus ini.

Mereka dijerat menggunakan pasal perbudakan dan prostitusi.

Petugas investigasi Prateek Kumar menyakini, sebanyak 30 ranjang dipakai oleh “agen” mencari perempuan muda yang memiliki bayi “tak diinginkan”.

Baca: Ada yang Panik, 5 Artis Ini, Mulai Maia Estianty Sampai Nikita Mirzani Ikut Rasakan Gempa Lombok NTB

“Ketika seorang gadis atau orangtuanya mengunjungi mereka untuk menggugurkan kandungan, para petugas rumah sakit akan meyakinkan mereka untuk melahirkan bayinya. Ketika bayi sudah lahir, dan ibu dalam keadaan lemah, para petugas akan memburu pasangan yang bisa membeli bayi yang baru lahir itu,” ujar salah seorang petugas kepolisian yang enggan disebut namanya kepada Times of India.

Polisi juga mengatakan bahwa para orangtua bisa menukar bayi mereka dengan bayi lain yang berjenis kelamin lain atau yang lebih mereka kehendaki.

“Beberapa pasangan di Gwalior memiliki dua anak laki-laki, dan mereka bisa menukar salah satunya dengan bayi perempuan di rumah sakit ini,” tambah si petugas.

Saat ini, kepolisian sedang memperdalam kasus ini dan mencari tahu apakah ada praktik sejenis terjadi di daerah lainnya.

Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved