Berita Banjar

Calon Jamaah Haji Banjar Ikuti Prosesi Kurban Pembayar Dam Haji

Jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Banjar menyaksikan penyembelihan hewan kurban yang tiba di Mekkah sebagai pembayar Dam haji

Calon Jamaah Haji Banjar Ikuti Prosesi Kurban Pembayar Dam Haji
Istimewa
Jemaah Calon Haji Banjar mengikuti kewajiban melaksanakan kurban Dam di tanah suci Mekkah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Banjar menyaksikan penyembelihan hewan kurban yang tiba di Mekkah sebagai pembayar Dam haji. Pelaksanaan penyembelihan kurban, dilakukan di sebuah rumah potong hewan di dekat Pasar Kai’kiah, Mekkah, Senin (6/8) waktu setempat.

Pada musim haji tahun 2018 ini, Kabupaten Banjar memberangkatkan 443 jamaah haji yang terdiri dari 240 jamaah wanita dan 203 jamaah laki-laki. Jamaah haji Kabupaten Banjar diberangkatkan dalam tiga keloter yakni keloter 2, keloter 4 dan keloter 9.

Pada keloter 2 diberangkatkan 33 jamaah yang tergabung dengan jamaah haji asal Kabupaten Tapin dan Tabalong, keloter 4 sebanyak 90 orang yang tergabung bersama jamaah asal Kabupaten Kotabaru dan Tanah Laut. Sedangkan keloter 9 yang kesemuanya adalah jamaah haji asal Kabupaten Banjar, sebanyak 320 orang.

Para jamaah haji asal Kabupaten Banjar ditempatkan di Jawahrat Al-Abied Hotel di Sektor dua yang jaraknya sekitar empat kilometer dari Masjidil Haram.

Baca: Usai Coffee Morning Guru Khalil Kunjungi Korban Kebakaran, Serahkan Bantuan dan Berpesan Ini

“Kalau berjalan kaki, sekitar 15 sampai 20 menit dari hotel ke masjid,” jelas salah seorang Tim Pendamping Ibadah Haji (TPIH) Kabupaten Banjar, HM Aseliansyah, Senin (6/8).

Dam merupakan denda atau tebusan bagi mereka yang menunaikan haji atau umrah tetapi melakukan pelanggaran ketentuan atau peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak penyelengara haji dan umroh.

Dijelaskannya, pelanggaran itu misalnya melakukan larangan-larangan Ihram atau tidak dapat menyempurnakan wajib haji seperti mabit di Mina atau Muzdalifah. Dam sifatnya ada yang sunnah dan ada yang wajib. Jamaah haji Indonesia rata-rata terkena kewajiban dam sebab melaksanakan haji tamattu.

Penyembelihan hewan kurban Dam dilakukan di sebuah rumah potong hewan. Terdapat ratusan lapak dan ratusan tukang jagal yang bertugas menyebelih hewan kurban tersebut.

Baca: Bukit Shanyang Bakal Dibuka Untuk Umum, Bisa Saksikan Indahnya Pemandangan Pantai Takisung

Baca: BNPB Sebut Masih Ada Korban Gempa Lombok Terjebak di Reruntuhan Mesjid, Seperti di Video Viral?

Para tukang jagal atau penyembelih hewan dan pemotong hewan kurban, pada umumnya bekewarganegaran asal Sudan, India, Pakistan serta Arab Saudi sendiri.

Menurut H Aseliansyah, yang juga menjabat Kabag Kesra Setda Banjar ini, jamaah asal Kabupaten Banjar yang membayar Dam sebanyak 43 orang.

“Biàya Dam tahun haji kali ini sebesar 350 real per ekor. Namun kami dapat bonus memutari Arafah, Mina dan mengambil miqot di Ji'ranah. Bahkan juga dapat makanan di dekat Arafah,” jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/m hasby suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved