Ekonomi dan BIsnis

DMO Batal Dicabut, PTBA Masih Diuntungkan

Rencana pemerintah mencabut aturan domestic market obligation (DMO) terkait pasokan batu bara untuk PLN, Pemerintah diurungkan.

DMO Batal Dicabut, PTBA Masih Diuntungkan
Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Ilustrasi transaksi saham di Galeri Investasi BEI 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah sebelumnya berencana mencabut aturan domestic market obligation (DMO) terkait pasokan batu bara untuk PLN, Pemerintah kembali urungkan niatnya.

Namun walaupun kemungkinan besar pencabutan aturan DMO tidak jadi terealisasi, beberapa emiten di sektor pertambangan batu bara tetap diuntungkan.

Di antaranya PT Bukit Asam Tbk (PTBA) karena perusahaan ini memiliki pasokan kuota produksi untuk pasar dalam negeri yang berlimpah.

Hal ini pun menjadi dasar Analis RHB Sekuritas Banjarmasin, Supian untuk rekomendasikan saham ini pada perdagangan Senin (6/8/2018).

Baca: Gempa Lombok NTB, Warga Banjarmasin di Gili Terawangan Sudah Dievakuasi ke Kapal Pesiar

Baca: Ada yang Panik, 5 Artis Ini, Mulai Maia Estianty Sampai Nikita Mirzani Ikut Rasakan Gempa Lombok NTB

Supian sarankan investor untuk masuk membeli saham PTBA di kisaran harga 4.540 hingga 4.560 perlembar saham.

"Target price untuk saham emiten naik, potensinya saham ini bisa mencapai level 5.400 perlembar saham," kata Supian.

Dijelaskan Supian, kuota berlebih pasokan batu bara dalam negeri PTBA yang sebesar 50 persen adalah faktor yang bisa menjadi sumber tambahan pendapatan.

Padahal Pemerintah melalui aturan DMO yang masih berlaku saat ini mensyaratkan sebanyak 25 persen dari kuota produksi untuk dipasok dalam negeri.

Baca: Prediksi & Link Live Streaming indosiar Timnas U-16 Indonesia vs Kamboja Piala AFF U-16 2018

Baca: Namanya Tenggelam di Bursa Capres-Cawapres Pilpres 2019, Gatot Nurmantyo Siap Bela Negara

Sehingga kelebihan kuota ini bisa dijual kepada perusahaan di sektor yang sama yang masih kekurangan kuota pasokan batu bara untuk dalam negeri.

Pada sisi teknis, proyek transportasi di Tanjung Ening yang terus alami kemajuan juga diperkirakan bisa genjot efisiensi PTBA dengan tingkatkan kapasitas pengiriman batu bara via darat dari 20,5 juta ton pada 2017 menjadi 30 juta ton pada Tahun 2022 mendatang. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help