Berita Kalteng

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Perbaikan Jalan Bukitrawi Tertunda

Anggota DPRD Kalteng , HM Asera menyoroti lambatnya perbaikan jalan Bukitrawi Kabupaten Pulangpisau

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Perbaikan Jalan Bukitrawi Tertunda
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Anggota DPRD Kalteng, HM Asera menyoroti lambannya pembangunan jalan layang di bukitrawi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Anggota DPRD Kalteng , HM Asera menyoroti lambatnya perbaikan jalan Bukitrawi Kabupaten Pulangpisau penghubung Palangkaraya- Gunungmas, Buntok hingga kabupaten lain yang ada di DAS Barito.

Jalan tersebut merupakan jalan nasional yang dibangun menggunakan dana APBN namun berjalan lambat. Lambatnya perbaikan Jalan Bukit Rawi ini akibat belum tuntasnya pembebasan lahan di kawasan tersebut sehingga rencana awal perbaikan jalan menggunakan jalan layang (fileslab) belum juga terealisasi.

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, dalam beberapa kesempatan, mengakui, rencana pembangunan fileslab tersebut terganggu akibat belum beresnya soal pembebasan lahan untuk pembangunanya, padahal jalan tersebut untuk kepentingan umum.

Baca: Timnas U-16 Indonesia Vs Kamboja Hanya Perlu Skor Seri di Piala AFF U16 2018 Untuk Ini

Dalam pembangunannya setelah dilakukan pengecekan oleh tim teknis, sebagian tidak mengikuti alur jalan yang ada tetapi harus bergeser ke pinggir sehingga ada lahan warga yang kena.

"Soal ganti rugi lahan ini yang masih belum selesai, dan masih dalam proses,"ujarnya.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) HM Asera memaparkan, pembangunan fileslab (jalan Layang) di ruas jalan Bukitrawi Kabupaten Pulangpisau sepanjang 3 Kilometer semata-mata untuk kepentingan masyarakat.

Pembangunan jalan layang diperlukan karena hingga saat ini ruas jalan tersebut selalu rusak akibat terendam banjir pada saat musim hujan.

Baca: Seremonial Pencanangan Imunisasi MR Batal Digelar di Lapangan Murjani, Begini Penjelasan Darmawan

Baca: Berkat Donor Darah Anggota Polres Banjarbaru Ini Raih Penghargaan

"Ruas jalan Bukitrawi sepanjang 3 kilometer, selalu rusak karena terendam air ketika banjir saat musim hujan. Ini selalu menjadi permasalahan tiap tahun,. Mencegah kejadian ini terulang pemerintah berinisiatif membangun fileslab untuk kepentingan masyarakat juga.”Ucap Asera, Senin (6/8/2018).

Asera mengakui, permasalahan lain yang menghambat pembangunan Fileslab adalah adanya permintaan
gantirugi lahan dari masyarakat setempat, sehingga pembangunan Fileslab tersebut terpaksa harus ditunda.

" Ini untuk kepentingan masyarakat juga, karena selama ini masyarakat mengeluhkan masalah banjir tiap tahun, oleh karena itu salah satu penyelesaiaannya adalah membangun Fileslab. Soal ganti rugi lahan selayaknya sesuai ketentuan saja, karena ini untuk kepentingan masyarakat juga,”ujarnya.(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help