B Focus Urban Life

Kota Banjarmasin Belum Ramah Kepada Kaum Difabel

Akses untuk dia berjalan di Kota Banjarmasin tak sepenuhnya disediakan oleh pemerintah.

Kota Banjarmasin Belum Ramah Kepada Kaum Difabel
BPost Cetak

Sehingga, mau tidak mau kawasan tersebut merupakan kawasan lalu-lalang Slamet.

“Jalan itu yang sering saya lalui,” ujar Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjarmasin tersebut, saat acara Gerakan Sadar Lapor, di Siring Pierre Tendean, Banjarmasin, Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu.

Baca: Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Cawapres Prabowo dan Dukungan Pada Jokowi pada Pilpres 2019

Ia merasa trotoar di Kawasan Belitung belum sempurna.

Apalagi, trotoar di kawasan ini, terdapat pohon di tengahnya.

Tak hanya itu, bahkan, trotoar di sana juga masih terputus.
Parahnya, ada trotoar yang mengarah ke sungai.

“Ya ada trotoar yang mengarah ke sungai. Untungnya saya tahu jadi tidak saya teruskan,” beber Slamet.

Ia membayangkan, jika penyandang tuna netra lain yang menggunakan jalur ini.

Apalagi di Banjarmasin terdapat 30 orang penyandang tuna netra.

Baca: Kabar Luna Maya dan Cut Tari Kini, Saat Video Asusila dengan Ariel (NOAH) Diungkit Lagi

“Untungnya saya sudah hafal jadi tidak nabrak terus. Kalau yang baru ke sana harus berhati-hati. Kalau pun ada pohon, harusnya ada petunjuk jelas harus berbelok ke mana,” katanya.

Meski demikian, Slamet tidak menyalahkan pemerintah.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved