B Focus Urban Life

NEWS ANALYSIS: Fasilitas Tidak Pada Tempatnya

AKADEMISI Universitas Muhammadiyah Banjarmaisin, Hanny Maria, ST, MSc, mengatakan di Banjarmasin fasilitas umum untuk difabel

NEWS ANALYSIS: Fasilitas Tidak Pada Tempatnya
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - AKADEMISI Universitas Muhammadiyah Banjarmaisin, Hanny Maria, ST, MSc, mengatakan di Banjarmasin fasilitas umum untuk difabel belum maksimal.

Bahkan dari peraturan PU sudah jelas harus ada sarana untuk penyandang difabel berupa pola lantai (guiding block).

Di trotoar harus ada pola yang berbentuk garis maupun bulatan untuk penyandang tuna netra.

Baca: Namanya Tenggelam di Bursa Capres-Cawapres Pilpres 2019, Gatot Nurmantyo Siap Bela Negara

Selain itu harus ada ram atau turunan bagi penyadang difabel lainnya.

“Kalau menuju kota ramah difabel masih jauh, karena banyak yang harus diperbaiki,” katanya.

Menurutnya, untuk dikatakan kota ramah difabel harus menyeluruh sistemnya atau fasilitas yang diberikan dan terkoneksi.

Baca: 134 Lokasi Tes Penerimaan CPNS 2018 Sudah Disiapkan, BKN Tinggal Tunggu Formasinya

“Di Banjarmasin fasilitasnya tidak pada tempatnya. Tengok saja Jalan Lambung Mangkurat ada pohon di tengahnya. Padahal di sana juga ada pola. Itu tidak dapat difungsikan, coba saja pasti nabrak. Harusnya ada petunjuk putar atau digeser pohonnya,” cetusnya.

Begitu pula di siring, menurutnya pola untuk tuna netra di siring sebagian juga rusak.

Baca: Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Cawapres Prabowo dan Dukungan Kepada Jokowi pada Pilpres 2019

“Menuju kota difabel, sarana prasarana harus mendukung jalan, pola khusus, ram, handle khusus untuk mereka pegangan,” katanya.

“Pemerintah bisa menengok daerah lain. Aksesnya juga banyak tak hanya trotoar, tapi tempat perbelanjaan, dan kendaraan umum. Di luar sana pengguna kursi roda bisa masuk bus,” tuntasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help