Berita Kalteng

Penduduk Miskin Perkotaan di Kalteng Bertambah 5.132 Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, memetakan profil kemiskinan di Kalimantan Tengah, untuk Bulan Maret 2018

Penduduk Miskin Perkotaan di Kalteng Bertambah 5.132 Orang
tribunkalteng.co/fathurahman
Kepala BPS Kalteng, Hanif Yahya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, memetakan profil kemiskinan di Kalimantan Tengah, untuk Bulan Maret 2018 pada pertemuan di aula BPS Kalteng, di Jalan Piere Tandean, Palangkaraya, Senin (6/8/2018).

Saat melakukan presentase penduduk miskin Bulan Maret 2018 tercatat mencapai 5,17 persen.

Pada Bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin yakni penduduk dengan pengeluaran perkapita perbulan di bawah garis kemiskinan.

Baca: Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Cawapres Prabowo dan Dukungan Kepada Jokowi pada Pilpres 2019

Baca: Kini, Tinggal Dua Nama Cawapres Prabowo Menghadapi Pilpres 2019, Siapakah Mereka?

Provinsi Kalteng, mencapai 136.928 orang (5,17 persen), berkurang 2.233 orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 139.161 orang (5,37 persen).

Kepala BPS Kalteng, Hanif Yahya, Senin (6/8/2018) mengungkapkan, selama periode Maret 2017 - Maret 2018 penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah 5.132 orang (dari 42.845 orang pada Maret 2017 menjadi 47.977 orang pada Maret 2018).

Sementara itu daerah perdesaan berkurang 7.365 orang (dari 96.316 orang pada Maret 2017 menjadi 88.951 orang pada Maret 2018).

Baca: 4 Fenomena Langit Langka yang Terjadi Malam Ini, Begini Cara Melihatnya dengan Mudah

Hanif juga mengatakan, penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 4,59 persen, naik menjadi 4,70 persen pada Maret 2018.

Sementara penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 5,81 persen pada Maret 2017 menjadi 5,47 persen pada Maret 2018.

"Garis Kemiskinan pada Maret 2018 yaitu Rp 413.529, naik dari Maret 2017 yang hanya sebesar Rp 401.537 (2,99 persen),"ujarnya.

Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan, di antaranya adalah beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Baca: Kehidupan Mewah Remaja Dubai ini Bikin Iri, Ternyata sang Ayah Bukan Orang Sembarangan

Sedangkan komoditi bukan makanan yaitu biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.

"Pada periode Maret 2017 – Maret 2018 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 0,840 menjadi 0,808, ini mengindikasikan bahwa pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan," katanya.

Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) tetap berada di angka dari 0,213 dari periode Maret 2017 – Maret 2018.

"Angka ini menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran penduduk tidak mengalami perubahan," ujarnya.

www. banjarmasinnpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help