Berita HST

Proyek Siring Bikin Sungai Barabai Menyempit, DPRD HST Ancam Gugat Class Action Bersama Warga

Proyek pembangunan taman dan jalan di tepi sungai BarabaiJalan Brigjen H Hasan Basry membuat sungai makin menyempit

Proyek Siring Bikin Sungai Barabai Menyempit, DPRD HST Ancam Gugat Class Action Bersama Warga
banjarmasinpost.co.id/hanani
Komisi I DPRD HST saat memantau siring yang membuat sungai Barabai di belakang Toko Tujuh, Jalan Brigjen H Hasan Basri menyempit, Senin (6/8/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Komisi III DPRD HST dibuat geram. Proyek pembangunan taman dan jalan di tepi sungai Barabai, tepatnya di belakang Toko Tujuh Barabai, Jalan Brigjen H Hasan Basry membuat sungai makin menyempit. Sungai menjadi menjadi sempit, karena pembuatan siring beton yang masih berupa pondasi itu dibangun beberapa meter dari tepi sungai.

Komisi III DPRD, dipimpin Ketua Komisi, Pujiansyah bersama sejumlah anggota Komisi, antara lain Salpia Riduan, Hermansyah, Rosyadi Elmi, Tosim, M Asyad pun langsung meninjau proyek milik Dinas Perumahan dan Permukiman Kalsel.

 Saat melihat siring yang yang dibangun dengan dana APBN itu menyebabkan sungai menyempit, salah satu anggota komisi III, Salpia Riduan pun langsung emosi.

Baca: Pasar Ujung Murung Bakal Dibangun Semi Mall, Ini Kata Wali Kota Ibnu Sina

“Ini proyek tidak benar pelaksanaannya. Kami komisi III banyak mendapat laporan masyarakat yang komplin karena bangunan ini membuat sungai makin sempit. Padahal HST sedang berupaya mengatasi banjir. Harusnya sungai malah diperlebar dan dikeruk agar bisa menampung air lebih banyak,”kataSalpia. Diapun meminta agar pelaksana proyek menghentikan pembangunan siring beton tersebut.

Dijelaskan, sungai di HST berbeda kondisinya dengan di Banjarbaru, yang juga menjadi sasaran proyek mengatasi kekumuhan kota oleh DInas Perkim .

Baca: Ternyata Tambang Batubara Pertama Belanda Ada di Pengaron, Namanya Oranje Nassau

“Sungai Barabai ini, berhulu di pegunungan Meratus. Jika terjadi luapan air di daerah atas (pegunungan), di daerah aliran sungainya tak mampu menampung lagi. Jika sungai makin sempit seperti ini, akan memperparah banjir di Kota Barabai,”tandas Salpia.  

Ditambahkan, pihaknya tidak menolak proyek pemerintah provinsi yang didanai APBN tersebut, sepanjang tidak merusak lingkungan yang ada. Sebelum proyek dilaksanakan, kata Salpia, pihak perencana semestinya melakukan ekspose terlebih dahulu, agar bisa mendapatkan masukan berbagai pihak. Juga agar manfaat proyek benar-benar bisa dirasakan masyarakat, bukan sebaliknya, malah menimbulkan masalah serius.

Salpiapun mengancam pihak pelaksana, jika tak menghentikan pembangunan siring yang membuat sempit sungai tersebut, pihaknya akan melakukan gugatan class action bersama masyarakat HST.

Demikian pula, Ketua Komisi III Pujiansyah juga meminta proyek tersebut ditinjau ulang. Selain anggota Komisi I hadir pula Plt Kepala DInas Perumahan dan Permukiman HST, Fajarudin  dan Konsultan Pengawas Proyek, Hendri.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Indonesia vs Kamboja Piala AFF U-16 2018 di Indosiar Vidio.com

Hendri menjelaskan, pihaknya melaksanakan pembangunan siring tersebut, sesuai tercantum dalam perencanaan berdasarkan usulan pemerintah kabupaten. Dijelaskan, meski pemasangan siring membuat sungai menyempit, secara teknis malah membuat arus air lebih cepat. Meski demikian, Hendri berjanji mengordinasikan permintaan Komisi I DPRD HST tersebut kepada pihak pemegang proyek.

Dijelaskan proyek pembangunan siring tersebut untuk membuat jalan dan taman di tepi sungai, dalam rangka mengatasi kekumuhan. Adapun nilai proyeknya Rp 10 miliar. Dilaksanakan sejak April 2018, dengan target selesai Dsember 2018. Total panjang pembangunan siring tersebut sekitar 500 meter, di kanan dan kiri sungai.

 Sedangkan siring di belakang toko Tujuh, yang dinilai mempersempit sungai sepanjang 15 meter dari Toko Tujuh dan ada beberapa meter di sekitar jembatanDharma, Jalan Brigjen H Hasan Basry, yang belum dibangun dan masih dipasangi kerangka besi. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help