Berita Banjarmasin

Ternyata Tambang Batubara Pertama Belanda Ada di Pengaron, Namanya Oranje Nassau

Bernama tambang Oranje Nassa,Pertambangan tertua di Indonesia ini berada di Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar.

Ternyata Tambang Batubara Pertama Belanda Ada di Pengaron, Namanya Oranje Nassau
banjarmasinpost group/irfani rahma
Seminar sejarah revitalisasi situs tambang oranje nassau yang dilaksanakan Disdikprov Kalsel untuk mengenalkan sejarah Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejumlah Kabupaten di Kalimantan Selatan diketahui kaya dengan hasil tambang batubara. Aktivitas penambangan pun telah berlangsung sejak jaman penjajahan Belanda.

Penambangan pertama oleh Belanda di Indonesia ini dikenal bernama tambang Oranje Nassau. Pertambangan tertua di Indonesia ini berada di Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar.

Tambang Batubara pertama Belanda di Indonesia yang dinamakan Oranje Nassau  diresmikan oleh Gubernur Rochussen pada 1849 . Terkait keberadaan benteng Oranje Nassau, untuk lebih mengenalkan kepada guru sejarah dan murid-murid dilaksanakan seminar pada Senin (6/8) siang.

Baca: Dibuka Lowongan Pekerjaan Recruitment Pertamina 2018, Di Sini Link dan Cara Pendaftarannya

Baca: Pasar Ujung Murung Bakal Dibangun Semi Mall, Ini Kata Wali Kota Ibnu Sina

Acara ini, diadakan oleh  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan tema Sejarah Revitalisasi Situs Tambang oranje Nassau Dalam Sejarah Lokal Kalsel.  Seminar ini, diikuti para guru sejarah dan juga para siswa dan siswi sekolah menengah atas yang ada di Kalimantan Selatan . Hadir beberapa pembicara mengenai sejarah lokal di Kalsel.

Ketua Panitia Seminar, Sari Oktarina MPd mengungkapkan harapannya dengan kegiatan ini memberikan pengetahuan lebih kepada guru sejarah tentang sejarah lokal. Terutama bagi guru sejarah memperkaya materi mengajar di kelas tentang sejarah lokal dan untuk siswa untuk dapat mengetahui lebih dalam lagi tentang sejarah lokal Kalsel.

"Selama ini kan sejarahnya secara umum, seperti tentang Pangeran Diponegoro, sementara sejarah lokal anak-anak minim pengetahuan. Dengan kegiatan ini memperkaya kembali pengetauan siswa terhadap sejarah lokal," papar Sari yang juga Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kalsel

Baca: Live Streaming Indosiar : Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Kamboja Piala AFF U-16 2018

Dengan adanya seminar ini diharapkan guru akan beri materi yang spesifik ke murid berdasarkan keterangan dari peneliti, arkeologi yang jelas dan didukung sumber-sumber yang jelas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel Drs HM Yusuf Efendi mengungkapkan harapan kita tentang seminar sejarah ini, akan semakin kaya terhadap beberagai informasi sejarah.

"Anak-anak akan tumbuh nasionalisme sebagaui modal dasar bangun bangsa," paparnya.

Sementara itu pada kegiatan ini tak hanya seminar namun juga pameran tentang sejarah tambang Oranje Nassau di Pengaron Kabupaten Banjar. Terlihat benda-benda peninggalan kolonial Belanda yang ditemukan di lokasi tambang pertama batubara Belanda di Indonesia itu.

Baca: Pita Hitam Bakal Melingkar di Lengan Timnas U-16 Indonesia Kontra Kamboja Piala AFF U-16 2018

Seperti botol-botol minuman, paku-paku asal penambangan dan lainnya. Juga ada keterangan mengenakan bahwa hasil tambang ini digunakan untuk konsumsi bahan bakar kapal angkatan laut Belanda. Tambang ini ditutup setelah pecahnya perang Banjar tahun 1859.

Dari keterangan diperoleh Pengaron dipilih sebagai kawasan tambang karena di daerah ini menmgandung banyak mineral alam. Mineralnya berupa emas, berlian, pasir lempung, bii mangan , bijih besi, kapur dan lain-lain. Di kawasan situs Pengaron ini dapat dilihat adalah bekas bangunan Belanda, lorong-lorong bekas tambang, dan makam Belanda. Di situs ini juga terlihat masih adanya sisa Sumur Putaran, gudang mesiu, artefak ,sttruktur bata.(banjarmasinpost.co.id/irfani)

Foto dwii/seminar Sejarah Revitalisasi Situs Tambang oranje Nassau Dalam Sejarah Lokal Kalsel

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved