Berita Balangan

Agar Siswanya Tahu Lingkungan Hidup, Ini Yang Dilakukan Guru di SDN Paringin Selatan 1

Agar mereka paham dan mengerti tentang lingkungan hidup terlebih bisa menerapkan dalam realitasnya.

Agar Siswanya Tahu Lingkungan Hidup, Ini Yang Dilakukan Guru di SDN Paringin Selatan 1
istimewa
proses belajar mengajar di SDN Paringin Selatan 1 berbasis lingkungan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - SDN Paringin Selatan 1 di Kabupaten Balangan merupakan salah satu sekolah Adiwiyata Nasional. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh sekolah ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman soal lingkungan hidup.

Karena salah satu item yang penting dalam penilaian Adiwiyata adalah para siswa harus mengerti dan memahami apa itu lingkungan hidup.

Kepala SDN Paringin Selatan 1, Muhammad Suriadi melalui
Kordinator Adiwiyata SDN Paringin Selatan 1, Abdul Hasan mengatakan, dengan tantangan inilah para guru sebelumnya diberikan pelatihan bagaimana pengetahuan tentang lingkungan hidup bisa disampaikan dengan mudah kepada siswa-siswa, agar mereka paham dan mengerti terlebih bisa menerapkan dalam realitasnya.

"Beberapa metode atau sistem pembelajaran yang disampaikan saat pelatihan, pihak sekolah akhirnya memutuskan menggunakan sistem integritas kedalam seluruh mata pelajaran, dimana pengetahuan lingkungan hidup dimanfaatkan dan di integrasikan disemua mata pelajaran tanpa mengurangi maksud pelajaran yang disampaikan," ujarnya.

Baca: Turun dari Bukit Zainal Melihat Sembilan Jenazah, Mereka Tewas Sebelum Sempat Menyelamatkan Diri

Misalnya mata pelajaran matematika, jika secara umum hanya disampaikan dengan biasa, dalam sistem pengintegrasian ini seorang guru menyampaikan materi matematikan dengan menyelipkan lingkungan hidup seperti saat belajaran tambahan, kurangan, atau perkalian, siswa tak lagi menghitung menggunakan tangan, tetapi menggunakan item seperti benda yang berbasis lingkungan hidup misal tanaman, pohon, dan benda-benda yang menyangkut lingkungan hidup lainnya, sehingga belajar matematika pengetahuan lingkungan hidup juga siswa dapatkan.

Begitu pula dengan mata pelajaran lainnya, setiap kali menyampaikan materi guru harus mengintegrasikan kedalam setiap pelaaran yang disampaiannya tentang lingkungan hidup. Memang membutuhkan waktu yang cukup lama, namun hasilnya kini bisa dirasakan oleh para guru.

"Kini siswa-siswa di SDN Paringin Selatan 1 sebagian besar sudah memahami pengetahuan tentang lingkungan hidup, seperti jika dulu siswa hanya tahunya membuang sampah saja, tetapi sekarang siswa tak hanya tahunya membuang sampah ke tempat sampah, tetapi sekarang selain membuang, siswa juga mengerti memilah sampah, artinya sampah yang ditemukannya dibuang benar-benar pada tempatnya, misalnya sampah kering, basah, dan lainnya," ungkapnya.

Lebih lanjut, selain sudah mengerti bagaimana membuang dan memilah sampah, siswa juga semakin mencintai lingkungan sekitarnya, kemudian tingkat kreativitas dibidang pengolahan sampah, misalnya memanfaarkan barang-barang bekas untuk diolah kembali sehingga bermanfaat.

Baca: Sekolah Diliburkan, Gubernur NTB Pastikan Pelayanan Kesehatan Diberikan Maksimal

"Jadi sistem pengintegrasian yang diterapkan oleh para guru di SDN Paringin Selatan 1 ini bisa dibilang berhasil walaupun tidak semua siswa yang berhasil memahami sepenuhnya, sehingga kasus yang sebelum terjadi minimnya pemahaman siswa terhadap lingkungan hidup terselesaikan dengan konsep dan sistem yang diterapkan oleh para guru dengan menggunakan sistem pengintegrasian," ucapnya.

Menurutnya, sistem pengintegrasian lingkungan hidup kedalam materi mata pelajaran di SDN Paringin Selatan 1 termasuk hal baru, pasalnya selain sebagai syarat adiwiyata, keinginan sekolah yang kuat untuk mengenalkan lingkungan hidup kepada anak didik.

Sebelum sistem tersebut dijalankan, pihak sekolah menggunakan sistem pembelajaran seperti pada umumnya, seperti sistem penyampaian materi secara konvensional, fokus pada pelajarannya, dan berdiskusi.

"Sistem tersebut dinilai agak kaku, pasalnya siswa terkesan tak mendapatkan inovasi dan kreasi dalam menerima bahan pelajaran," ungkapnya.

Baca: Gempa Susulan Masih Terjadi, Turis dan Warga Berebut Naik Kapal Evakuasi

Wajar saja jika sebelumnya siswa tak begitu memahami dan mengenal pengetahuan lingkungan hidup, namun setelah sistem pengintegrasiakan ini diterapkan, hasilnya siswa mendapatkan suntikan pengetahuan tentang lingkungan hidup.

Disebutkan dalam sistem sebelum pengintegrasian ini, para guru dan siswa terbilang minim kreasi dan tantangan, pada saat sistem pengintegrasian ini diterapkan, para guru mulai mencari dan mengkreasikan cara belajar disetiap mata pelajaran yang ada.

"Oleh karena itu, sistem pengintegrasian ini merupakan salah satu cara, mungkin ada banyak cara lain yang juga bisa memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan, namun sistem pengintegrasian ini sudah di jalankan dan dibuktikan oleh sekolah SDN Paringin Selatan 1, hasilnya menjadi sekolah adiwiyata nasional, dan sekarang sedang mempersiapkan diri menuju adiwiyata mandiri," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help