Berita Batola

Dinkes Batola Bujuk Anita, Perempuan Penderita Tumor Tangan di Alalak Lewat Bidan Desa

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batola mencoba lagi akan membujuk lagi Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun

Dinkes Batola Bujuk Anita, Perempuan Penderita Tumor Tangan di Alalak Lewat Bidan Desa
Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho
Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batola mencoba lagi akan membujuk lagi Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola yang belum mau dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah H. Abdul Aziz.

“Dinkes Batola memang belum ada ada lagi kontak dengan pasien tumor . Kemarin kami rapat di puskesmas. Kami panggil sekdes dan kelurga bersama dan bidan desa. Harapan kami siap bantu pasien tumor jika sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Batola, M Hatta, Selasa (7/8/18).

Anita (35), penderita tumor dan kanker di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola sendiri tampaknya belum yakin dengan jaminan pengobatan yang diberikan pemkab setempat.

Buktinya, Anita malah memilih pulang saat disuruh menginap dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah H Abdul Aziz Batola. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Batola, Sugian Noor sempat menyesalkan keputusan Anita (35), penderita tumor dan kanker di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola yang memilih pulang.

Baca: Ustadz Abdul Somad Singgung Soal Pemimpin Indonesia, Jemaah Doakan Jadi Cawapres Pilpres 2019

Baca: Siapa Cawapres Prabowo pada Pilpres 2019, Para Ketua Umum Parpol Koalisi Akan Lakukan Ini

“Iya keputusan dari keluarga Anita sangat kita sesalkan. Seharusnya, Anita dirawat dulu di Rumah Sakit Umum Daerah H. Abdul Aziz untuk menjalani proses pengobatan,” kata Sugian Noor.

Dijelaskannya, Pemkab Batola sudah menjamin semua biaya pengobatan dari Anita dari dana APBD. Namun, kenapa malah Anita, penderita memilih pulang. Rumah Sakit Umum Daerah H. Abdul Aziz sudah menyiapkan kamar untuk Anita dan dokter spesialis.

“Kita harapkan Anita tetap mau diobati oleh Pemkab Batola,” kata Sugian.

Sementara itu, Anita (35), penderita tumor dan kanker di tangan selama 16 tahun, menyatakan pada 2002 pihak keluarga pernah berkonsultasi ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin dan dinyatakan dirinya mengidap penyakit tulang keropos. Namun tak menyangka penyakit ini berkembang menjadi kanker.

Pada 2007 Anita juga pergi lagi ke rumah sakit di Banjarmasin. Dari pihak rumah sakit menyatakan dinyatakan tangan harus diamputasi. Pada 2017, pihak rumah sakit menyatakan tak berani mengoperasi karena pembuluh darah sudah pecah.

Baca: Pesan Anak Amien Rais ke Ustadz Abdul Somad Soal Cawapres Prabowo Pilpres 2019, Mirip Jokowi di 2014

Baca: Penerimaan CPNS 2018 Siap Digelar BKN, Siapkan Dokumen dan Pelajari Cara Pendaftaran CPNS

“Saya sempat nggak sadar 10 hari dan drop. Badan terasa panas dan sakit karena tumor ini,” katanya.

Berbagai uluran tangan mengalir ke Anita. Termasuk relawan zakat di Banjarmasin yang akan mengupayakan pengobatan tumor Anita. Dari pihak relawan menyatakan akan membantu mencarikan dana pengobatan tumor tersebut.

“Relawan memberi semangat Anita agar tak patah semangat dan pada 6 Juli saya dibawa relawan ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin. Pihak rumah sakit,, menyatakan tangan harus diamputasi dan baru penyembuhan dalam,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved