Ekonomi dan Bisnis

Kegiatan Temu Bisnis Beri Kesempatan Pelaku UKM Bertemu Peritel Modern

Tak kurang dari 100 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan (Kalsel) hadiri Temu Bisnis Kemitraan

Kegiatan Temu Bisnis Beri Kesempatan Pelaku UKM Bertemu Peritel Modern
banjarmasinpost.co.id/acm
Ratusan produk pelaku UKM lokal Kalsel dipamerkan dalam Kegiatan Temu Bisnis Kemitraan Usaha UKM Dengan Ritel dan Toko Modern 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak kurang dari 100 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan (Kalsel) hadiri Temu Bisnis Kemitraan Usaha UKM Dengan Ritel dan Toko Modern, Selasa (7/8/2018).

Diprakarsai oleh Kementrian Perdagangan Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, kegiatan digelar di Hotel G'Sign, Banjarmasin.

Bertujuan menjembatani para pelaku UKM dengan para peritel modern, ratusan produk pelaku UKM dipamerkan dalam kegiatan ini mulai dari produk kuliner, jamu, kecantikan hingga produk kerajinan.

Baca: 1.500 Lowongan Ada di Banjarmasin Career Expo 2018

Dijelaskan Kepala Subdit Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kementrian Perdagangan RI, Kukuh Sriharjanto, produk-produk pelaku UKM lokal langsung bisa dilihat dan dinilai oleh perwakilan peritel modern.

Berbagai aspek penilaian termasuk kualitas produk, kemasan hingga keamanan pangan menjadi poin utama yang dipertimbangkan terkait layak atau tidaknya produk tersebut dijual di ritel modern.

Beberapa tim perwakilan ritel modern seperti Indomaret, Alfamart, Lotte Mart dan Carrefour Transmart hadir sebagai asesor.

Baca: Tangisan Ustadz Yusuf Mansur Melihat Imam Tetap Shalat Meski Gempa Lombok Terjadi

Namun tak hanya dari ritel modern, pihak e commerce yaitu Shopee dan pelaku usaha pusat oleh-oleh lokal di Kalsel juga ambil bagian dukung pemasaran produk para pelaku UKM ini.

"Jadi kalaupun tidak lolos penilaian ritel modern masih ada alternatif dibantu pemasaran di Shopee atau pusat oleh-oleh lokal di sini," kata Kukuh.

Walaupun masih merupakan penilaian tahap awal, para pelaku UKM yang produknya belum sesuai kriteria akan dibimbing melalui coaching clinic untuk temukan permasalahan serta solusi untuk bisa kembangkan produk lebih baik lagi.

Baca: Penerimaan CPNS 2018 Siap Digelar BKN, Siapkan Dokumen dan Pelajari Cara Pendaftaran CPNS

Menurut Kukuh, permasalahan yang masih umum pada pelaku UKM di daerah termasuk di Kalsel adalah konsistensi produk.

Dijelaskan Kukuh, mempertahankan konsistensi dan kualitas produk para pelaku UKM masih banyak terkendala standar produksi maupun bahan baku.

Ia menambahkan, menurut Peraturan Menteri Perdagangan RI, ritel modern di Indonesia memang diwajibkan untuk mengutamakan menjual produk lokal yang diproduksi di Indonesia sebanyak 80 persen dari total produk.

Sedangkan sisanya sebanyak 20 persen diperbolehkan berupa produk-produk impor yang diproduksi di luar negeri.

"Walaupun ritel modern memang wajib jual produk lokal, tapi kami juga mengerti mereka punya standar tersendiri untuk menjaga kepuasan konsumennya. Inilah yang kami fokuskan dalam kegiatan seperti ini," kata Kukuh.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help