Berita Banjar

Muji Martopo Komitmen Tuntaskan Kasus Peninggalan Slamet Siswanta di Kejari Banjar

kepemimpinan di Kejaksaan Negeri adalah estafet. Artinya begitu pucuk pimpinan pindah maka suatu kasus tidak ikut pindah apalagi terputus

Muji Martopo Komitmen Tuntaskan Kasus Peninggalan Slamet Siswanta di Kejari Banjar
banjarmasin post group/ hasby suhaily
Muji Martopo (paling kanan) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sudah bertugas selama tiga tahun lima bulan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Banjar, Slamet Siswanta masih menyisakan warisan kasus korupsi di Kabupaten Banjar. Di antaranya kasuS=S dugaan perjalanan fiktif anggota DPRD Banjar dan kasus Pasar Bakung.

Pada malam ramah tamah serah terima jabatan di Mahligai Sultan Adam, Senin (6/8) malam, Slamet Siswanta mengakui banyak kesan selama bertugas di Kabupaten Banjar. Bersama dengan pimpinan SKPD dan Pemkabnya juga sudah bersinergi.

“Apa-apa yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas selalu support dengan baik. Kami sudah melaksanakan tugas sebaik mungkin dan semampu yang bisa dilakukan di Kabupaten Banjar,” katanya.

Baca: Gatot Nurmantyo Didukung Jadi Capres di Pilpres 2019, Relawan : Ini Hasil Rapimnas

Dijelaskannya, kepemimpinan di Kejaksaan Negeri adalah estafet. Artinya begitu pucuk pimpinan pindah maka suatu kasus tidak ikut pindah apalagi terputus, menurutnya tidaklah demikian.

Data-data yang ada juga tidak dibawanya pindah, melainkan tetap ada ditangan para kepala seksi di Kejari Banjar. Kasus-kasus yang belum tuntas maka otomatis akan dilanjutkan oleh penggantinya, Muji Martopo.

Dijelaskannya, untuk kasus korupsi bidang pidana khusus masih melakukan pemeriksaan dan penyidikan. Sifatnya mengumpulkan keterangan untuk mengetahui tindakan apa yang terjadi dan siapa yang bertanggungjawab dan apakah tindakannya ada mengandung unsur pidana, setelah mengumpulkan bukti-bukti akan ada titik terang.

Baca: Link Live Streaming Singapura vs Brunei Piala AFF U-16 2018 di PSSI.org (PSSI TV) - Awas Juru Kunci!

“Kasus Pasar Bakung belum memanggil resmi, baru komunikasi personal beberapa orang sudah diminta klarifikasi,” tambahnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Muji Martopo mengatakan, dirinya belum bisa berkomentar untuk kasus-kasus korupsi di Kabupaten Banjar. Dirinya minta waktu untuk mempelajarinya.

“Prinsipnya, apapun tugas dan pekerjaan tetap dilakukan evaluasi atas hasilnya. Yang jelas komitmen melanjutkan kasus yang belum tuntas karena ini kewajiban,” katanya.

Baca: Jelang Penerimaan CPNS 2018, BKN Bocorkan Lokasi Tes CAT CPNS 2018, 1 Lokasi Tes per 3 Kabupaten

Kembali ditegaskannya, pada prinsipnya terlebih dulu mempelajarinya, kemudian memetakan alat bukti dan dirinya meminta waktu tim di Kejari Banjar untuk menindaklanjutinya. (banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved