Hari Pangan Sedunia 2018

Sore ini, Lomba Pengolahan Lahan Hari Pangan Sedunia di Jejangkit Batola Ditutup

Lomba pengolahan lahan dalam rangka memeriahkan HUT ke-73 kemerdekaan RI dan Hari Pangan Sedunia akan ditutup sore ini, Selasa (7/8/18).

Sore ini, Lomba Pengolahan Lahan Hari Pangan Sedunia di Jejangkit Batola Ditutup
Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
PEMBUKAAN pengolahan lahan siap tanam Hari Pangan Sedunia (HPS) Nasional tahun 2018 di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Batola, Senin (6/8/2018) kemarin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jika tak ada aral, lomba pengolahan lahan siap tanam dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke73 dan dalam rangka persiapan Hari Pangan Sedunia akan ditutup sore ini, Selasa (7/8/18).

“Iya, sore ini lomba pengolahan lahan siap tanam dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke73 dan dalam rangka persiapan hari pangan se-dunia akan ditutup,” kata Kapenrem 101 Antasari Mayor Inf Chairul, Selasa (7/8/18).

Sebelumnya, Danrem 101 Antasari, Kol Inf Yudianto Putrajaya menyatakan lomba pengolahan lahan siap tanam dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke73 dan dalam rangka persiapan hari pangan se-dunia ini akan diikuti oleh 50 team kelompok tani. Nah, setiap team terdiri dari 8 orang, yaitu 6 orang dari poktan 2 orang Babinsa.

“Acara ini digelar untuk menggelorakan pertanian di wilayah Jejangkit dan membantu percepatan penyiapan HPS 2018 serta mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegas Danrem.

Baca: Ustadz Abdul Somad Singgung Soal Pemimpin Indonesia, Jemaah Doakan Jadi Cawapres Pilpres 2019

Baca: Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Cawapres Prabowo dan Dukungan Kepada Jokowi pada Pilpres 2019

Menurut Danrem, kriteria perlombaan ini meliputi kerjasama team, kerapian lahan dan kebersihan tanggul, teknik penyebaran kapur, luas olah tanah dan hasil olah tanah.

Bagi peserta yang juara sudah disiapkan masing-masing untuk juara l akan mendapatkan hand traktor, juara ll akan memperoleh mesin pompa air, juara lll akan menerima 6 unit handprayer, untuk hadiah dorprize yakni dua sepeda motor, sepeda gunung, handprayer, sepatu boot, rice cooker, dispenser dan hadiah menarik lainnya.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, mengharapkan semangat para petani Batola itu bisa dipompa setinggi mungkin seperti semangat perjuangan memperebutkan kemerdekaan RI. Semua pihak harus menghargai para petani di Desa Jejangkit yang mau bercebur ke lumpur dan setiap hari menahan terik matahari. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help