Krisis Air Bersih

Air Hujan Tak Ada, Sumur Payau, Demi Air Bersih, Warga Tatah Bangkal Naik Kelotok Sejauh 3 Km

Sulaiman, warga Tatah Bangkal Darat RT3, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, sibuk mengisi bak dengan air.

Air Hujan Tak Ada, Sumur Payau, Demi Air Bersih, Warga Tatah Bangkal Naik Kelotok Sejauh 3 Km
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sulaiman, warga Tatah Bangkal Darat RT3, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, sibuk mengisi bak dengan air.

Perlahan-lahan bapak dua anak itu menuangkan air dari jerigen ke bejana besar.

Air bersih itu dibeli Sulaiman dimanfaatkan untuk memasak dan minum.

Selama musim kemarau kawasan tempat tinggalnya kesulitan air bersih.

Baca: Hotman Paris Hutapea Ungkap Kasus Video Dewasa Ariel (NOAH) dan Cut Tari Saat di Ruang Sidang

Sulaiman dan warga di Tatah Bangkal Darat terpaksa harus pergi ke luar untuk membeli air bersih.

Untuk bisa memperoleh air bersih, Sulaiman harus pergi sejauh 3 kilometer menggunakan kelotok.

“Hampir setiap hari sepulang kerja dari sekolah, saya naik kelotok sejauh 3 kilometer untuk membeli air di luar,” tutur Sulaiman kepada BPost, Selasa (7/8).

Baca: Bagaimana Ceritanya Ya Mobil Menkeu Sri Mulyani Telat Bayar Pajak?

Selain harus menepuh jarak lumayan jah, Sulaiman juga harus merogoh kocek yang tidak sedikit.

Untuk satu dirigen air bersih dia membeli dengan harga Rp 3000.

“Itupun sulit, karena terkadang harus antre,” ucapnya.

Dia dan juga warga yang biasa menggunakan air hujan, kini tidak bisa lagi.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved