Berita Banjar

Alami Dampak Kekeringan, Petani di Banjar Diimbau Lakukan Ini

Beberapa desa, khususnya di Desa Keramat Lama, Martapura Timur telah disarankan untuk menggunakan pompa air.

Alami Dampak Kekeringan, Petani di Banjar Diimbau Lakukan Ini
istimewa
Sawah kekeringan di Sungai Rangas, Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Adanya beberapa desa yang terdampak kekeringan air rupanya telah menjadi perhatian oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banjar.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banjar, Muhammad Fachry, Rabu (8/8/2018).

Ia mengatakan pada beberapa desa, khususnya di Desa Keramat Lama,  Martapura Timur telah disarankan untuk menggunakan pompa air.

Karena pada kawasan tersebut sebagian masih mencoba menanam padi.

Baca: Ini Harta Kekayaan Jokowi-Prabowo Saat Capres di Pilpres 2019, Punya Saham di 26 Perusahaan Lho

Diakui Fachry memang ada keterlambatan tanam oleh sebagian petani di kawasan tersebut. Hal itu dikarenakan kondisi lahan yang merupakan rawa. Sehingga petani pun harus menyesuaikan kondisi air ketika hendak menanam. Terutama menunggu air surut.

"Kenapa mereka lambat tanam. Karena lahan di sana merupakan rawa. Karena itu tanahnya pun menunggu air surut ternyata airnya lambat surut. Setelah surut mereka kemudian menanam. Namun keburu musim kemarau," jelas Fachry.

Baca: Jadwal Piala Indonesia 2018 - Kuala Nanggroe FC vs PSMS Medan Malam Ini, Batal Live di TV

Ia pun menjelaskan, apabila petani membutuhkan pompa air untuk menangani masalah kekeringan, maka pihaknya siap meminjamkan.  Tentunya catatan penting bagi Fachry, pada tempat tersebut harus ada sumber. Karena kalau tidak ada, maka tidak bisa ditanggulangi.

Selain itu pada lahan yang sudah terlanjur kering, ia pun mengarahkan petani untuk menanam sayuran. Karena menurutnya ketika menanam sayur tidak dibutuhkan lahan hingga berhektare-hektare. 

Baca: Tabligh Akbar Ustadz Somad di HST 16 Agustus Mendatang, Ini Persiapan yang Dilakukan

Sehingga keterbatasan air masih cukup untuk menyiram sayuran. Selain itu daya jual pun lebih tinggi dan bisa di panen dua hari sampai tiga hari sekali.

(banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti) 

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help