Yayasan Adaro Bangun Negeri

Bersikap Saintis tak Mesti Harus Jadi Ilmuwan

Hal itulah yang membuat seseorang mampu untuk berprestasi. Kenal Muhammad Zohri ? Juara atletik U-20 untuk nomor 100 m putra di Finlandia.

Bersikap Saintis tak Mesti Harus Jadi Ilmuwan
istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri
Siswa lakukan pengamatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - “Bukan berasal darimana kalian, kaya – miskin, kampung-kota. Bukan tentang bagaimana orang menilaimu, melainkan tentang siapa sesunguhnya dirimu.

Hal itulah yang membuat seseorang mampu untuk berprestasi. Kenal Muhammad Zohri ? Juara atletik U-20 untuk nomor 100 m putra di Finlandia.

Apakah dia dari keluarga atletik ? apakah dari keluarga berada ? Apakah tinggal di kota ? semua jawannya tidak. Tetapi kesungguhan dan selalu mencoba melampaui batas adalah salah satu cara untuk meraih mimpi, " kata Muzi Marpaung diawal kegiatan Workshop Klub Sains Guru & Siswa SMP (6/8/2018).

Pelajaran sains dianggap kurang menyenangkan, sehingga stigma negatip tehdap pelajaran sains masih nampak di benak siswa, masih banyak yang menganggap belajar sains identik dengan mata pelajaran IPA di sekolah, berhubungan dengan rumus-rumus dan hafalan yang panjang serta ribet.

Bagi mereka yang tidak berminat, sains seringkali hanya dipandang sebagai mata pelajaran yang menyusahkan, tidak menarik karena hanya menghafal dan menghitung tanpa tahu nantinya akan digunakan untuk apa.

YABN Adaro
YABN Adaro (istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri)

Belajar sains bukanlah bertujuan agar anak nantinya menjadi seorang ahli kimia atau ahli astronomi (walaupun bagus juga kalau ia nanti menjadi ilmuwan), tapi lebih pada pemahaman bahwa sains itu selalu ada di mana-mana dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sementara pembelajaran sains untuk anak bukanlah belajar secara textbook, dengan hapalan, rumus dan hitungannya.

Bukan juga sekedar konsep atau pengetahuan. Berbekal rasa ingin tahu yang Besar, anak bisa didorong untuk belajar sains dengan cara mengamati, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, menyelidiki, mencatat ‘penemuan’ mereka, dan mengeksplorasi dunia sekitarnya untuk menemukan jawaban.

Jadi penekanannya adalah bersikap saintis, agar anak mampu berpikir dan bertindak secara logis. Keterampilan ini akan sungguh bermanfaat di kemudian hari karena walau kelak ia tidak berprofesi sebagai ilmuwan, keterampilan tersebut tetap bisa diterapkan dalam semua aspek kehidupan.

Hal inilah yang ingin dicapai oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri sebagai pegiat sains di Tabalong. Bertempat digedung informasi, guru dan siswa yang berasal dari kabupaten Tabalong dan Balangan diajak untuk mengembangkan potensi saintis yang ada pada dirinya sejak bayi.

Halaman
12
Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved