Yayasan Adaro Bangun Negeri

Bersikap Saintis tak Mesti Harus Jadi Ilmuwan

Hal itulah yang membuat seseorang mampu untuk berprestasi. Kenal Muhammad Zohri ? Juara atletik U-20 untuk nomor 100 m putra di Finlandia.

Bersikap Saintis tak Mesti Harus Jadi Ilmuwan
istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri
Siswa lakukan pengamatan 

Ketika masih bayi, anak memainkan air liurnya, menarik-narik benda didekatnyah, bolak-balik menjatuhkan atau melempar mainan yang membuat ibu harus bolak-balik juga memungutnya.

Saat itu, bayi mungkin sedang bereksperimen dan mengamati apa yang akan terjadi kalau dia melakukan aktivitas-aktivitas itu, selain memang menemukan kesenangan.

Perasaan menyenangkan dalam bereksperimen ini juga yang harus senantiasa muncul dibenak siswa agar menikmati setiap bentuk pembelajaran sains.

"Konsepnya itu, kalau anak hanya belajar teori, itu omong kosong. Anak harus melakukan sendiri, melihat sendiri, mengalami sendiri," lanjut Muzi disela penjelasan ekperimen sains Pemanen Pasir Besi dan Pneumatik.

Penerapan ABCDE  (Amati,  Bertanya, Coba, Diskusi & Evaluasi) pada eksperimen Perubahan Energi
Penerapan ABCDE (Amati, Bertanya, Coba, Diskusi & Evaluasi) pada eksperimen Perubahan Energi (istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri)

Menurut Imam Nor Ihsan guru SMPIT Ashabul Kahfi kabupaten Tabalong, mengajar jadi lebih menarik bagi anak dan tidak abstrak lagi, sehingga disukai anak dan kedepannya ingin menggunakan metode ini di setiap kelas yang ia ajarin.

Hal ini juga di amini siswanya Fatih Ghazy F. Menurutnya, belajar jadi lebih asyik karna langsung dipraktekkan, misalnya perubahan energi batrei menjadi magnet, hingga belajar statistik sederhana.

Sesuai dengan undang-undang, guru harus mempunyai berbagai kompetensi, diantaranya adalah kompetensi pedagogik, kompetensi akademik, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian.

Disamping empat kompetensi tersebut, dalam membantu para siswa beradaptasi terhadap perubahan sosial dan teknologi di abad ke 21 guru juga harus mempunyai kecakapan utama yang yang meliputi: kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, kreatifitas dan keingintahuan intelektual, berpikir kritis, melek informasi dan media, kerjasama, identifikasi masalah, dan tanggung jawab sosial.

“Semua kembali kepada bukan tentang bagaimana orang menilaimu, melainkan tentang siapa sesunguhnya dirimu, sering-seringlah menabung ekperimen agar klub sain terus berkembang,"tutup Muzi Marpaung selaku narasumber kegiatan. (*/aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved