Berita Tabalong

BPBD Lakukan Pertemuan dengan Adaro Bahas Penanganan Hotspot di Area Tambang

Kemunculan hotspot maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah terdeteksi ada beberapa kali terjadi di wilayah Tabalong.

BPBD Lakukan Pertemuan dengan Adaro Bahas Penanganan Hotspot di Area Tambang
banjarmasin post group/ dony usman
Posko terpadu penanganan karhutla Kabupaten Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kemunculan hotspot maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah terdeteksi ada beberapa kali terjadi di wilayah Tabalong.

Berdasarkan data BPBD Tabalong hingga 3 Agustus 2018, ada 20 hotspot dan karhutla yang muncul tersebar di beberapa wilayah.

Dari total 20 tirik itu, terdiri dari 16 hotspot dan 4 kali yang merupakan kejadian kebakaran lahan.

Baca: 2 Tokoh Berinisial M Temui Said Aqil Siradj di Kantor PBNU, Muhaimin : Bahas Cawapres

Untuk hotspot ternyata ada yang berada di wilayah tambang PT Adaro Indonesia yang masuk bagian dari Kabupaten Tabalong.

Kepala BPBD Tabalong Alfian, Rabu (8/8/2018), membenarkan dari semua hotspot yang ada, diantaranya ada yang berada di wilayah lokasi tambang Adaro.

"Hotspot yang ada di lokasi tambang, rata-rata akibat pemanasan suhu yang menyebabkan batubara terbakar," katanya.

Dijelaskannya, dalam melakukan penanganan hotspot yang ada di wilayah tambang tidak sama dengan penanganan hotspot di luar wilayah tambang.

Baca: Kemarau, Petani Sayur Mayur Terpaksa Sedot Air Sungai Tabanio

Ini karena untuk masuk ke wilayah tambang tidak bisa sembarangan sesuai dengan aturan terkait obyek vital nasional.

Untuk itulah, apabila ada hotspot di wilayah tambang, maka penanganan akan diserahkan kepada internal perusahaan.

"Kita melihat efesiensi juga, walaupun mendapat izin masuk kita juga tidak bisa melakukan penanganan karena hanya perusahaan yang bisa melakukan penanganan dan memiliki peralatannya," tambah Alfian.

Baca: Gatot Nurmantyo Didukung Jadi Capres di Pilpres 2019, Relawan : Ini Hasil Rapimnas

Halaman
12
Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help