Haji 2018

Cuaca Panas di Makkah, Jemaah Haji Diminta Pakai Alat Pelindung Diri untuk Hindari 'Heatstroke'

Cuaca panas yang terus menerus menerpa, berpotensi menyebabkan jemaah haji Indonesia terkena heatstroke

Cuaca Panas di Makkah, Jemaah Haji Diminta Pakai Alat Pelindung Diri untuk Hindari 'Heatstroke'
kemenag.go.id
Jemaah haji Indonesia diminta tidak segan untuk mengecek kesehatan di klinik kesehatan haji mulai sektor hingga daerah kerja yang semuanya gratis. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKKAH - Seluruh jemaah haji Indonesia gelomang I sudah berada di Makkah. Saat ini suhu di Kota Makkah, Selasa (7/8/2018) pagi hari mencapai 38 derajat celcius dan meningkat pada sore hingga mencapai 43 derajat celcius.

Seperti dilansir www.kemenag.go.id, cuaca panas yang terus menerus menerpa, berpotensi menyebabkan jemaah haji Indonesia terkena heatstroke, yakni kondisi yang disebabkan karena suhu tubuh kita meningkat. Keadaan ini biasanya akibat paparan yang terlalu lama atau aktivitas fisik pada suhu tinggi.

"Kondisi ini bisa mengancam nyawa. Jemaah diharapkan menggunakan alat perlindungan diri (APD) yang telah dibagikan," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka dalam rilisnya yang diterima Media Center Haji (MCH) Makkah, Selasa (07/08/2018).

Baca: Jemaah Kloter 17 Siap-siap Berangkat, Kabar Duka Datang dari Jemaah Calon Haji Tala

Baca: Jemaah Haji Asal Banjar Lakukan Ritual Wajib Ini Pada Malam Hari

Baca: Begini Nyamannya Bus Jamaah Haji, Fasilitas Lengkap Disediakan dari Toilet Hingga Lemari Pendingin

Eka menyebutkan beberapa tanda dan gejala heatstroke yaitu suhu tubuh lebih dari 40 derajat celcius, perubahan keadaan mental atau perilaku seperti kebingungan ucapan yang tidak jelas, dan kejang. 

Ada juga gejala perubahan dalam berkeringat. Pada sengatan panas, kulit kita akan terasa panas dan kering saat disentuh. Timbul mual dan muntah. Jantung berdebar cepat, nafas kita bisa menjadi cepat dan dangkal. Sakit kepala berdenyut.

Agar tidak terjadi kondisi ini, Eka mengingatkan  jemaah untuk sering minum dan jangan menunggu haus. Jemaah juga diimbau sering semprotkan air pada bagian kulit yang terbuka seperti muka dan tangan, gunakan payung dan topi saat di luar gedung.

"Jika mengalami tanda dan gejala seperti di atas segera hubungi tenaga kesehatan terdekat," pesan Eka.(kemenag.go.id/MCH)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved