Berita Regional

Ini Motif Manajer Front Office Hotel Bakar SPG Ferin yang Baru Dikena Tiga Hari Via Instagram

AKBP Saptono menyebut, pelaku adalah Kristian Ari Wibowo (30) warga Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang.

Ini Motif Manajer Front Office Hotel Bakar SPG Ferin yang Baru Dikena Tiga Hari Via Instagram
Tribun Jateng/Instagram Ferin Diah Anjani
Ferin Diah Anjani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BLORA - Tersangka pelaku pembunuhan sadis SPG Ferin Diah Anjani (FDA) wanita yang mayatnya ditemukan hangus terbakar di hutan jati Kecamatan Kunduran, Blora, Rabu (1/8/2018) ditangkap.

Kapolres Blora, AKBP Saptono menyebut, pelaku adalah Kristian Ari Wibowo (30) warga Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang.

Menurut Kapolres korbannya bernama Ferin Diah Anjani (21) warga Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, yang dibunuh dengan cara dibakar hidup-hidup oleh lelaki yang baru dikenalnya melalui Instagram.

AKBP Saptono kembali mengatakan, Kristian yang berprofesi sebagai manager front office di salah satu hotel di Semarang, diketahui berkenalan dengan Ferin melalui Instagram tiga hari sebelum kejadian, yakni tepatnya pada Minggu (29/7/2018).

Baca: Piala AFF U-16, Fakhri Pastikan Indonesia Akan Bermain Menyerang Lawan Malaysia

Berawal dari perkenalan itu, keduanya lantas saling berkirim pesan dan bertukar nomor telepone.

Hingga pada akhirnya keduanya bersepakat untuk bertemu di salah satu hotel di Semarang, pada Selasa (31/7/2018) kemarin.

“Saat pertemuan itu, pelaku datang terlebih dahulu ke hotel menggunakan sepeda motor Yamaha Mio, sedangkan korban juga datang menggunakan taksi grab online yang dipesan oleh korban melalui salah satu teman kosnya,” ujar Kapolres.

Baca: Ini Harta Kekayaan Jokowi-Prabowo Saat Capres di Pilpres 2019, Punya Saham di 26 Perusahaan Lho

Lebih jauh Saptono menguraikan, saat sudah berada di dalam kamar hotel, keduanya lantas berhubungan intim satu kali.

Karena sebelumnya sudah disepakati bahwa akan melakukan fantasi seksual, maka pelaku kemudian mengikat tangan korban dengan menggunakan lakban yang sudah dipersiapkan oleh pelaku.

“Pada saat tangannya di ikat dengan lakban, korban menurut saja. Namun ketika kakinya juga di ikat menggunakan lakban, korban mulai berontak dan berteriak. Karena panik, pelaku kemudian membungkam mulut korban menggunakan tangan,” bebernya.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help