Berita Hulu Sungai Tengah

Inspektorat Temukan Penyelewengan Dana Desa, Warga Juhu HST Tuntut Kades Dinonaktifkan

Warga Desa Juhu, Kecamatan Batangalai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah meminta Plt Bupati HST menonaktifkan Kepala Desa Abdul Dunduk.

Inspektorat Temukan Penyelewengan Dana Desa, Warga Juhu HST Tuntut Kades Dinonaktifkan
BANJARMASINPOST/HANANI
Warga Juhu saat diterima di ruang Inspektorat HST, oleh Plt Inspektorat, Taufan Hidayat, Rabu (8/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Warga Desa Juhu, Kecamatan Batangalai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah meminta Plt Bupati Hulu Sungai Tengah menonaktifkan Kepala Desa Abdul Dunduk.

Alasannya, selain tak melaksanakan tugasnya melayani masyarakat, dan sejak diangkat sebagai Kades tak pernah tinggal di Desa Juhu, juga adanya dugaan penyelewengan dana desa yang telah ditemukan  berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat HST.

Aspirasi warga Desa Juhu tersebut disampaikan tiga anggota Badan Pemusyawaratan Desa, yaitu Suryadi, Impun dan Karban, serta tokoh masyarakat setempat Ukai, Rabu (8/8/2018) ke Inspektorat HST.

Baca: Ini Harta Kekayaan Jokowi-Prabowo Saat Capres di Pilpres 2019, Punya Saham di 26 Perusahaan Lho

Baca: Tabligh Akbar Ustadz Somad di HST 16 Agustus Mendatang, Ini Persiapan yang Dilakukan

Mereka juga didampingi Junaidi, dari Lembaga penyelidikan, pemantauan dan pemberantasan korupsi serta dari LSM Hukum Jujur untuk Banua, Hendra Ansari.

Awalnya, warga dari desa paling ujung HST yang  berjalan kaki ke kecamatan BAT selama satu hari itu ingin menyampaikan langsung aspirasi ke PLt Bupati HST HA Chairasnyah.

Namun, Chairansyah tak bersedia menemui mereka, dan hanya menitipkan secarik kertas rekomendasi untuk inspektorat dan meminta warga datang ke ruang inspektorat.

Baca: Anak Penjual Pentol Asal Pelaihari Berhasil Raih Rangking 5 Seleksi Taruna Akpol di Semarang

Warga pun diterima di ruang Inspektorat oleh Plt Inspektorat Taufan Hidayat, dan para stafnya.

Pada kesempatan itu, juru bicara warga Juhu, Junaidi menjelaskan, pascahasil temuan inspektorat yang berhasil dibuktikan, yaitu penyelewengankeuangan desa, tak ada tindak lanjut apapun dari pemerintah kabupaten.

Termasuk setelah Plt Bupati HST memberikan surat teguran tertulis kepada Kades Juhu Abdul Dunduk, agar melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai Kades dengan tinggal di desa Juhu, sampai sekarang tak diindahkan.

Baca: Warga Ayuang, Barabai Ini Ditangkap Saat Beli Pasang Togel Online

“Pembakal tetap tinggal di Desa Halong, Balangan, tempat istrinya, lebih dari satu tahuna. Aset desa Juhu juga berada di desa lain. Menurut kami ini sudah cukup alasan untuk menonaktifkannya sebagai Pambakal,”kata tokoh masyarakat Juhu, Ukai.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help