Krisis Air Bersih

Krisis Air, Warga Tajau Landung Terpaksa Minum Air Asam, Diduga Rasa Air Berubah karena ini

Wahyudin, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, pun mengakui sudah ada informasi prediksi dari NASA

Krisis Air, Warga Tajau Landung Terpaksa Minum Air Asam, Diduga Rasa Air Berubah karena ini
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Wahyudin, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, pun mengakui sudah ada informasi prediksi dari NASA bahwa kemarau akan menjadi ancaman serius di bulan Agustus dan Oktober.

"Jadi kami minta warga untuk mewaspadainya," ujarnya, kemarin.

Terkait krisis air bersih, Wahyudin mengatakan, pihaknya masih akan melakukan rapat sambil menginventarisasi dan laporan dari kabupaten/kota.

Baca: Abdul Somad Kirim Pesan Khusus Ini ke Prabowo Usai Menolak Jadi Cawapres 2019

"Kabupaten/kota akan menginventarisasi lebih dulu daerah-daerah yang mengalami kesulitan air bersih," ucapnya.

Di Kabupaten Banjar, setiap musim kemarau selalu membawa dampak bagi sejumlah masyarakat di bantaran sungai.

Terlebih lagi pada wilayah pedalaman.

Satu di antaranya Desa Tajau Landung, RT 4, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Baca: Hotman Paris Hutapea Ungkap Kasus Video Dewasa Ariel (NOAH) dan Cut Tari Saat di Ruang Sidang

Meski berada di pinggir sungai, air sungai tidak bisa digunakan.

Di musim kemarau, sungai surut dan rasa airnya masam.

Sofyan, warga Tajau Landung, membenarkan kondisi air sungai saat ini cukup memprihatinkan.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help