Pilpres 2019

Pilih Jokowi atau Prabowo, atau Mungkin Ada Poros Ketiga?

Peta koalisi boleh jadi sudah cukup jelas. Partai politik peserta pemilu hanya terbelah menjadi dua kubu

Pilih Jokowi atau Prabowo, atau Mungkin Ada Poros Ketiga?
Kolase TRIBUNSOLO
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sampai hari ini Rabu (8/8/2018) belum ada satu orang pun calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU. Padahal pendaftaran ditutup dua hari lagi atau pada Jumat (10/8/2018).

Peta koalisi boleh jadi sudah cukup jelas. Partai politik peserta pemilu hanya terbelah menjadi dua kubu, yakni kelompok yang mendukung petahana Joko Widodo dan kelompok oposisi yang mendukung Prabowo Subianto. Ini mengingatkan pada pertarungan Pilpres 2014 lalu.

Bedanya, Jokowi kali ini membawa gerbong koalisi yang lebih besar. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu disokong dukungan enam parpol parlemen, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, dan PKB.

Baca: Zulkifli Hasan Bertemu Jokowi, Gerindra Tetap Yakin PAN Setia dalam Koalisi Prabowo

Selain itu, juga ada tiga parpol nonparlemen, yakni PKPI, PSI, dan Perindo.

Sebaliknya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat ini masih terus berupaya membentuk koalisi dari parpol yang belum merapat ke Jokowi.

Parpol yang belakangan terus melakukan komunikasi intensif adalah Partai Demokrat, PKS, dan PAN. Sedangkan parpol nonparlemen yang juga belum merapat ke Jokowi adalah Partai Berkarya dan PBB.

Baca: Ini Balasan Istri Hotman Paris Karena Suaminya Sering Bersama Wanita Lain, 3,5 Miliar Melayang

Jika tak ada partai yang membelot, Jokowi akan didukung oleh kekuatan enam parpol. Sementara kubu Prabowo akan didukung oleh enam parpol jika berhasil meyakinkan kekuatan di luar Jokowi untuk bergabung.

Koalisi Masih Dinamis Kendati demikian, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai, peta politik sampai akhir pendaftaran capres dan cawapres masih akan sangat dinamis.

Ia menilai, tarik-menarik soal cawapres dapat menjadi pemicu pecahnya kongsi koalisi yang telah dibangun.

"Baik kubu Jokowi maupun Prabowo masih galau menentukan posisi cawapres. Ini bisa memungkinkan terjadinya pecah kongsi," kata Adi saat dihubungi, Rabu (8/8/2018).

Baca: Pengakuan Roro Fitria yang Berubah Drastis Setelah di Penjara Soal Berlian, Mobil dan Rumah Mewah

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help