Pilpres 2019

Prabowo Terancam Batal Nyapres, Lawannya Jokowi Lagi!

Hanya saja, nasib tak berpihak. 2009 nyawapres kalah. Lalu 2014 nyapres, kalah lagi. Yang mengalahkan adalah Jokowi.

Prabowo Terancam Batal Nyapres, Lawannya Jokowi Lagi!
kompas.com
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (18/7/2018). 

Oleh Tony Rosyid

PRABOWO SUBIANTO adalah seorang negarawan. Hidup dan sisa usianya ingin diabdikan untuk bangsa. Orang-orang dekat Prabowo mengkonfirmasi fakta ini. Soal ini, tak diragukan. Prabowo memang seorang nasionalis sejati. Darahnya benar-benar merah putih .

Hanya saja, nasib tak berpihak. 2009 nyawapres kalah. Lalu 2014 nyapres, kalah lagi. Yang mengalahkan adalah Jokowi. Walikota Solo yang tak selesai Gubernur DKI juga tak selesai. Tapi bisa kalahkan Prabowo. Sial!

Baca: Pilih Jokowi atau Prabowo, atau Mungkin Ada Poros Ketiga?

2109 ingin nyapres lagi. Kesempatan terakhir untuk memaksimalkan pengabdiannya kepada negara. Jadi presiden RI. Lawannya, Jokowi lagi. Orang yang dihadapinya di pilpres 2014. Berpeluang menang? Nanti dulu

Sebelum bicara menang-kalah, mesti diawali dari syarat nyapres. Untuk nyapres, mesti punya 25% suara, atau 20% kursi. Gerindra punya 73 kursi. Kurang 39 kursi. Karena itu, harus berpartner dengan partai lain. Ada PKS, PAN dan Demokrat yang masih jomblo. Siap dipinang jika cocok syaratnya.

Baca: Zulkifli Hasan Bertemu Jokowi, Gerindra Tetap Yakin PAN Setia dalam Koalisi Prabowo

Partner sama PKS, Prabowo gak mau ambil cawapres PKS. Bagi PKS, cawapres jadi syarat mutlak. Begitu juga dengan PAN. Prabowo ogah dengan cawapres dari PAN. Karena faktor Amin Rais, PAN mengalah. Tawarkan Ustadz Abdussomad (UAS). Prabowo ragu, UAS ogah. Gak jadi pula. Tanda-tandanya PAN malah mau balik kanan. Dukung Jokowi?

Ambil AHY? Gak jelas juga model koalisinya. Publik ragu SBY benar-benar mau kasih AHY untuk dampingi Prabowo. Meski pura-pura mau. Biasa, dramaturgi politik. Belum lagi ancaman serius akan ditinggalkan oleh PKS dan Habib Rizieq jika Prabowo ambil AHY. Akhir-akhir ini, Prabowo tawarkan posisi cawapres ke Sandiaga Uno. Prabowo-Sandiaga Uno. Sama-sama dari Getindra. Pasangan semuhrim.

Jika pasangan Prabowo-Sandiaga Uno terjadi, ini sejarah baru. Pasangan capres-cawapres dari satu partai. Didukung oleh sejumlah partai lain. Hebat. Tapi, kemungkinannya memang sangat kecil untuk terjadi.

Melihat situasi ini rasanya sulit membayangkan Prabowo dapat tiket maju. Boleh dikatakan, jalan makin buntu. Jika mau dipaksakan, peluangnya hanya berkoalisi bersama PKS dengan mengambil Habib Salim Segaf sebagai cawapres. Karena tak yakin menang, Prabowo nampaknya tetao berat hati mengambil Habib Salim.

Baca: Ini Balasan Istri Hotman Paris Karena Suaminya Sering Bersama Wanita Lain, 3,5 Miliar Melayang

Prabowo dan Gerindra mesti sadar. Situasi sekarang sulit memaksakan Prabowo maju untuk nyapres. Dalam situasi seperti ini, langkah Prabowo mundur jauh lebih realistis. Berikan kepada tokoh lain. Tokoh yang tentu saja potensial menang lawan Jokowi. Dan Prabowo jadi dirijen koalisi. Pegang peran sentral dan penentu pasangan capres-cawapres.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help