Krisis Ar Bersih

Sambungan PDAM Belum Masuk, Setiap Hari Keluar Desa Beli Air, Helmi Berharap Perhatian Pemerintah

Siang itu, M Helmi, juga warga Tatah Bangkal terlihat membawa jeriken di kendaraan menuju ke luar desa.

Sambungan PDAM Belum Masuk, Setiap Hari Keluar Desa Beli Air, Helmi Berharap Perhatian Pemerintah
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Siang itu, M Helmi, juga warga Tatah Bangkal terlihat membawa jeriken di kendaraan menuju ke luar desa.

Dia juga bermaksud membeli air bersih di luar.

"Ya, begini lah setiap hari. Kami harus beli air ke luar untuk memasak dan minum. Air sungai tak bisa dimanfaatkan karena rasanya payau atau asin," tutur Helmi kepada harian ini.

Baca: Hotman Paris Hutapea Ungkap Kasus Video Dewasa Ariel (NOAH) dan Cut Tari Saat di Ruang Sidang

Menurut dia, memang ada rencana pemasangan pipa PDAM, namun masih belum sampai ke tempatnya.

"Kami terpaksa harus bersabar dan berharap diperhatikan oleh pemerintah kabupaten. Masak kami selalu menghadapi situasi seperti ini, sampai kapan..?” cetusnya.

Baca: Ngaku Punya Rp 750 Miliar, Tabungan Roro Fitria Tinggal Rp 1 Juta, Ini Asal Usul Kekayaannya

Tidak hanya Desa Tatah Bangkal, ada banyak desa di Kabupaten Banjar mengalami kesulitan air bersih.

Seperti desa-desa yang berada Kecamatan Beruntung Baru, Kertak Hanyar, Gambut dan sekitarnya dilaporkan banyak warganya yang mengalami krisis air bersih selama musim kemarau ini.

Bahkan, di kawasan Martapura juga mengalami kondisi yang sama.

Baca: Larangan Terpidana Korupsi Ikut di Pileg 2019 Bikin Bacaleg Tidak Percaya Diri

Ancaman kekeringan itu pastinya mengkhawatirkan dan bisa jadi ancaman serius bagi Kalimantan Selatan.

Pasalnya, puncak kemarau akan berlangsung hinggga Oktober 2018.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved