Pilpres 2019

Andi Arief: Besar Kemungkinan Demokrat Bakal Tinggalkan Poros Gerindra di Pilpres 2019

Partai Demokrat kemungkinan akan meninggalkan poros Gerindra yang mengusung Prabowo dalam Pemilu Presiden 2019.

Andi Arief: Besar Kemungkinan Demokrat Bakal Tinggalkan Poros Gerindra di Pilpres 2019
(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan salam kepada media sebelum melakukan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun kedua partai untuk Pilpres 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kekuatan koalisi parpol pengusung Prabowo di Pilpres 2019 terancam berkurang. Partai Demokrat kemungkinan akan meninggalkan poros Gerindra dalam Pemilu Presiden 2019.

Hal tersebut diutarakan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief saat dihubungi, Rabu malam, (8/8/2018).

"Besar kemungkinan kami akan tinggalkan koalisi kardus ini. Lebih baik kami konsentrasi pada pencalegan ketimbang masuk lumpur politik PAN, PKS, dan Gerindra," ujar Andi Arief.

Keluarnya Demokrat disebut sebut karena Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) terpental dari bursa Calon Wakil Presiden Prabowo.

Terpentalnya AHY, terlebih dikabarkan karena Wakil gubernur Jakarta Sandiaga Uno diduga memberikan mahar kepada PAN dan PKS masing-masing Rp 500 miliar.

Baca: Andi Arief Sebut Prabowo Jenderal Kardus,Koalisi Gerindra-Demokrat Terancam Bubar

Baca: Wasekjen Partai Demokrat : Kami Tolak Kedatangan Prabowo ke Kuningan, Suratnya Pun Tak Perlu

"Bahwa di luar dugaan kami ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar. Sandi uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres. benar-benar jenderal di luar dugaan," katanya.

Menurut Andi, dengan sikap Prabowo dalam menentukan cawapresnya tersebut, Demokrat merasa tidak cocok. Menetukan calon pemimpin melalui uang menurutnya bukan merupakan kultur Demokrat.

"Ini bukan DNA Kami," pungkasnya.

Baca: Sekjen Gerinda Bantah Tudingan Andi Arief Ada Mahar ke PKS dan PAN Rp 500 Miliar untuk Cawapres

Baca: Dituding Elit Demokrat Terima Uang Ratusan Miliar, PKS : Tidak Ada, Fitnah Itu

Sebelumnya dalam pertemuan ke dua antara Prabowo dan SBY pada 30 Juli lalu, Demokrat dan Gerindra sepakat menjalin koalisi. Bahkan usai pertemuan keduanya itu, SBY sepkat mengusung Prabowo sebagai Capres 2019.

"Kami datang dengan satu pengertian, Pak Prabowo adalah calon presiden kita," kata SBY usai pertemuan di Jalan Kertanegara, Kebayoran, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Demokrat Bakal Tinggalkan Poros Gerindra,
(Penulis: Taufik Ismail/Tribunnews)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help