Berita Batola

300 Jembatan Kayu Rusak, Dinas PUPR Batola Prioritaskan Diperbaiki dan Diganti Beton

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Batola, memprioritaskan pekerjaan perbaikan jembatan kayu yang rusak.

300 Jembatan Kayu Rusak, Dinas PUPR Batola Prioritaskan Diperbaiki dan Diganti Beton
banjarmasin post group/ edi nugroho
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Batola, Abdul Manaf. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Batola, memprioritaskan pekerjaan perbaikan jembatan kayu yang rusak sehingga bisa dilalui warga.

Jika ada jembatan kayu yang putus akan segera kita perbaiki.

Baca: Kekayaan Jokowi Puluhan Miliar Rupiah Prabowo 1 Triliun Lebih, Persiapan Jelang Pilpres 2019

“Perbaikan jembatan kayu itu pun menyesuaikan anggaran yang ada,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Batola, Abdul Manaf, Kamis (9/8/18).

Menurut Manaf, seperti papan jembatan yang runtuh, maka diperbaiki. Jika gelagarnya rusak, maka gelagarnya yang akan diperbaiki. Prinsipnya, agar jembatan kayu itu bisa dilewati lalu lintas.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Batola, Edy Supriadi, menambahkan sebanyak 300 jembatan dari kayu di Kabupaten Batola saat ini dalam kondisi rusak dan mendesak untuk diperbaiki. Kontruksi jembatan kategori sedang itu sangat banyak sekali berkontruksi dari kayu ulin dan paling lama bertahan 20 sampai 30 tahun.

Baca: Pesawat Tempur Melintas di Langit Tanahlaut, Anshari Kaget, PNS Pemkab Berlarian Keluar

“Iya ada sekitar 300 jembatan berkontruksi kayu di Kabupaten Batola dalam kondisi rusak dan perlu segera perbaikan,” katanya,

Menurut Edy, jembatan-jembatan kayu yang berada di ruas jalan kabupaten akan segera diganti dengan jembatan beton. Apalagi, saat ini mobilitas lalu lintas makin meningkat dan jembatan kayu ulin kemampuanya hanya sekitar 4 sampai 5 ton saja.

“Kita lihat mobil atau angkutan yang melewati jembatan kayu ulin di Batola mencapai 6 sampai 8 ton,” katanya.

Baca: Inikah Cawapres Jokowi Untuk Pilpres 2019 yang Berinisial M, Bukan Hanya Mahfud

Untuk itulah, sambung Edy, kondisi jembatan di ruas jalan kabupaten harus bisa mengimbangi beban lalulintas.Untuk penganggaran perbaikan jembatan akan dilakukan di APBD murni dan APBD perubahan Kabupaten Marabahan.

“Untuk perencanaan pembangunan jembatan beton, kita rencanakan di APBD murni dan perbaikan jembatan kayu biasanya kita sisipkan di APBD perubahan Batola,” katanya.

Dijelaskan Edy saat ini jembatan bentang panjang kontruksi baja di Kabupaten Batola ada sekitar delapan buah. Sedangkan jembatan kategori sedang di kabupaten ini jumlahnya ribuan.

Baca: Ini Harta Kekayaan Jokowi-Prabowo Saat Jadi Capres di Pilpres 2014, Punya Saham di 26 Perusahaan Lho

Di kabupaten Batola banyak daerah rawa yang dibelah oleh saluran-saluran sehingga jika ruas jalan itu memotong saluran, maka setiap 200 meter itu ada jembatan.

Lebih lanjut Edy menyatakan saat ini sebanyak 65 persen jembatan di Kabupaten Batola dalam kondisi baik dan sebanyak 35 persen dalam kondisi rusak. Saat ini, Dinas PUPR memprioritaskan perbaikan jembatan di kawasan bemara sesuai misi dan visi Ibu Bupati Batola Hj Noormiliyani.

Baca: Tulisan Ini yang Buat Ustadz Abdul Somad Sadar dan Tak Mau Jadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2019

“Kawasan Bermara itu membuka jalur Kecamatan Kuripan, Tabukan, Bakumpai dan Marabahan,” tegasnya.

Dijelaskannya, sebagian besar jembatan kategori sedang di Kabupaten Batola itu masih terbuat dari kayu ulin dan sebagian kecil berkontrusi dari beton. Secara bertahap jembatan kayu itu diganti dengan jembatan beton semua. (banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help